Kemeriahan Hari Kemerdekaan, Kota Solo Bertabur Lampion Bergambar Garuda dan Pakuwon

Jumat, 12 Agustus 2022 23:34 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

WhatsApp Image 2022-08-12 at 11.59.06.jpeg
lampion Solo Lighting di Jembatan Pasar Gede Solo (soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Kota Solo kembali mempercantik diri dengan hiasan lampu dan lampion khas menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan ke 77 Republik Indonesia. Kawasan Balai Kota Solo hingga Pasar Gede kembali dipercantik dengan tampilan ratusan lampion bergambar burung Garuda lambang negara RI, Solo Light Festival.

Nampak halaman balai kota. Mulai dari box lighting dengan gambar tokoh wayang yang menggambarkan masing-masing Wuku serta lampion yang dipasang di pohon beringin yang ada di selatan dan utara halaman balai kota.

Selain itu, di atas jembatan Pasar Gede juga terpasang lampion berwarna merah putih dengan gambar lambang Garuda Pancasila dan logo gunungan. Begitu juga di sisi utara dan selatan jembatan juga terpasang ratusan lampion yang sama.

Sedangkan di Jalan Jenderal Sudirman mulai terpasang sejumlah instalasi berbentuk tugu makuto dan tokoh wayang Semar. Selain itu, di atas jembatan Pasar Gede juga terpasang lampion berwarna merah putih dengan gambar lambang Garuda Pancasila dan logo gunungan. Begitu juga di sisi utara dan selatan jembatan juga terpasang ratusan lampion yang sama.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, pemasangan lampion kali ini salah satunya sebagai bentuk perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-77 sekaligus bulan suro yang jatuh bersamaan pada bulan Agustus ini.

“Jadi temanya wuku atau pawukon atau penanggalan kalender Jawa dan agustusan. Makanya ada ikon wayang dan merah putih,” ujarnya.

Pemilihan tema wuku atau pawukon, lanjut Gibran ditujukan sebagai edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang budaya jawa, khususnya mengenai penanggalan kalender Jawa. Dimana selama ini yang dikenal justru Horoscope dengan zodiaknya dan shio.

“Jawa itu ada yang namanya wuku atau pawukon. Jadi biar pada tahu, bukan hanya shio sama zodiak. Bagus untuk edukasi,” ujarnya.

Dan untuk menarik masyarakat, lanjutnya, sengaja dipercantik dengan konsep lampion. Sehingga masyarakat akan datang ke balai kota dan secara tidak langsung akan mempelajari masalah pawukon.