Kemenpora - NPCI Gelar Pelatihan Klasifikasi Olahraga Disabilitas

Rabu, 20 Mei 2026 18:45 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001690451.jpg
Kemenpora dan NPCI gelar pelatihan klasifikasi disabilitas fisik (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) berkolaborasi dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menggelar pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas tingkat nasional. 

Agenda yang berfokus pada kategori disabilitas fisik ini berlangsung di Kota Solo, Selasa (19/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026), demi meningkatkan efektivitas dalam menjaring atlet potensial.

Pelatihan intensif selama empat hari ini diikuti oleh 45 peserta dari 17 provinsi di wilayah Indonesia bagian barat (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan). Seluruh peserta wajib berlatar belakang sebagai fisioterapis atau dokter spesialis, khususnya kedokteran fisik dan rehabilitasi.

Pemateri ahli, Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR (K), menjelaskan bahwa keberadaan klasifikator (classifier) sangat krusial agar proses pembinaan sejak dini berjalan tepat sasaran.

"Selama ini saya menemui, terkadang ada atlet yang sudah dilatih dan dibina maksimal, tetapi ketika dibawa klasifikasi tidak memenuhi syarat. Kan sayang sekali dengan proses pembinaan dan pembiayaannya. Maka kita memang harus memperbanyak *classifier*," ujar Retno, Rabu (20/5/2026).

Praktik Langsung dan Ujian Ketat

Selain mendapatkan teori di Hotel Solia Zigna Solo, para peserta juga diterjunkan langsung ke Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Karanganyar. Di sana, mereka melihat proses latihan sekaligus mempraktikkan klasifikasi pada beberapa cabang olahraga. Untuk memastikan kompetensi, para peserta juga harus melewati ujian kelulusan sebelum resmi menjadi classifier. 

Target Dua Tahap dan Sebaran Daerah

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, memaparkan bahwa pelatihan ini merupakan tahap pertama. Pihaknya membidik wilayah Indonesia Timur untuk tahap selanjutnya.
Tahap I (Mei 2026): Diikuti wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Tahap II (September 2026): Direncanakan menyasar wilayah Indonesia Timur pada kuartal ketiga.

"Harapannya dapat melahirkan banyak classifier nasional yang nantinya bisa membantu NPC provinsi di daerah masing-masing untuk mencari dan mengklasifikasikan atlet disabilitas dengan tepat dan akurat," kata Rima.

Dongkrak Prestasi Internasional

Plt. Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia, menegaskan pentingnya pelatihan ini mengingat tantangan besar yang dihadapi Indonesia ke depan. Terdekat, NPC Indonesia dibidik untuk mendulang medali pada ajang Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade 2028.

Berbeda dengan olahraga non-disabilitas, sistem klasifikasi menjadi pilar utama untuk mengelompokkan atlet berdasarkan jenis dan tingkat hambatannya. Hal ini wajib dilakukan guna memastikan keadilan dan kesetaraan saat para atlet bertanding di arena.