UNS Gandeng Kompas dan Djarum Foundation Perkuat Literasi Digital

Kusumawati - Rabu, 20 Mei 2026 15:05 WIB
Literasi digital bersama Kompas.id dan Djarum Foundation di Kampus UNS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Kompas.id dan Djarum Foundation memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus cakap digital. Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan kolaboratif bertajuk Kampus Darling Literasi Digital dengan tema "Literasi Digital, Kampus Sadar Lingkungan" di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Rabu (20/5/2026).

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan bermedia sosial, melainkan kecakapan berpikir kritis dalam menyaring informasi secara positif di tengah tantangan perubahan iklim global. Menurutnya, persoalan lingkungan memerlukan semangat gotong royong, khususnya dari generasi muda.

"Kampus merupakan ruang belajar sekaligus ruang praktik nyata dalam membangun budaya yang berkelanjutan. Semoga kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menghasilkan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang," ujar Mutiara.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. Ia menjelaskan bahwa UNS memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan green campus secara berkelanjutan melalui Subdirektorat Green Campus and Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam kesempatan itu, UNS juga menerima dukungan berupa 1.000 akses langganan gratis Kompas.id selama satu tahun untuk mahasiswa guna mendukung budaya literasi yang sehat dan berbasis informasi kredibel.

Soroti Ancaman Sampah Plastik di Lingkungan Kampus

Acara edukasi ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala Subdirektorat *Green Campus and SDGs* UNS, Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, A. Haryo Damardono.

Dalam paparannya, Prof. Murtanti menyoroti ancaman serius dari penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam. Kampus dengan populasi yang besar dinilai menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah yang signifikan, termasuk limbah baterai dan elektronik (B3).

Sedotan Plastik Membutuhkan waktu lebih dari 200 tahun untuk terurai. Tutup Botol Plastik Membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk terurai. Botol Plastik Air Mineral Membutuhkan waktu hingga 400 tahun untuk terurai alami.

Prof. Murtanti mengajak warga kampus untuk keluar dari zona nyaman dengan mulai membiasakan diri membawa tumbler sendiri dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular demi mengurangi pembuangan sampah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Gen Z Didorong Jadi Agen Perubahan Digital

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi bincang-bincang interaktif yang menghadirkan *Program Officer* Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), Dandy Mahendra, serta konten kreator lingkungan, Jerhemy Owen.

Kedua pembicara mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk memanfaatkan platform digital secara kreatif dan bertanggung jawab. Media sosial didorong untuk menjadi sarana edukasi lingkungan melalui produksi konten-konten positif mengenai pengurangan sampah, sehingga mampu menciptakan gerakan gaya hidup ramah lingkungan yang berdampak luas di masyarakat.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS