Kampung Batik Laweyan
Rabu, 08 April 2026 14:18 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Kawasan bersejarah Kampung Batik Laweyan disulap menjadi pusat edukasi melalui kegiatan literasi dan sejarah yang berlangsung meriah, Rabu (08/04). Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Surakarta yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Bunda Literasi untuk membacakan sambutan tertulis Wali Kota Surakarta.
Dalam sambutan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Laweyan sebagai lokasi kegiatan. Kota Surakarta ditegaskan sebagai ruang yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia.
Wali Kota menekankan bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan mencakup pemahaman sejarah dan kesehatan. "Pentingnya penguatan literasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang unggul.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan nilai sejarah Nusantara serta memperkuat jati diri bangsa," jelasnya dalam naskah sambutan tersebut.
Eksplorasi Sejarah di Industri Kreatif
Kampung Batik Laweyan dipromosikan sebagai representasi perjalanan panjang industri kreatif batik dan dinamika sosial masyarakat dari masa ke masa. Para peserta diajak mengeksplorasi kawasan untuk menggali nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang diharapkan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Wadah Kreativitas Anak-Anak
Tak hanya menyasar orang dewasa, kegiatan ini juga melibatkan anak-anak dengan berbagai aktivitas edukatif. Suasana meriah tampak saat anak-anak berkumpul dan berinteraksi dalam balutan literasi budaya.
Bunda Literasi Kota Surakarta menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam meningkatkan minat baca dan kreativitas.
“Ini adalah acara yang sangat bagus. Anak-anak bisa berkumpul, berinteraksi, dan mengikuti kegiatan bermanfaat. Harapannya, mereka semakin semangat belajar dan memiliki kegiatan positif,” ungkap Bunda Literasi di sela-sela acara.
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap budaya literasi dan kesadaran sejarah dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat guna mendukung pembangunan karakter bangsa.
Bagikan