Buktikan Kualitas Unggul, Direktur RS UMS Mantap Kuliahkan Anak di UMS

Kusumawati - Rabu, 08 April 2026 09:10 WIB
Direktur RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., saat wisuda putrinya lulus FK UMS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Kepercayaan terhadap mutu pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kian nyata, bahkan di mata para pakar kesehatan. Hal ini ditegaskan oleh Direktur RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., saat menghadiri wisuda putrinya, Nazala Suha Arisna, dari Prodi Kedokteran UMS.

Menurut Prof. Em Sutrisna, reputasi UMS sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan masuknya UMS dalam jajaran pemeringkatan bergengsi dunia seperti Times Higher Education (THE) dan *QS World University Rankings*.

Kompetensi Setara dan Akreditasi Internasional

Dalam sistem pendidikan kedokteran modern, Prof. Em menekankan bahwa tidak ada lagi jurang pemisah antara kampus negeri dan swasta. Standar ujian nasional yang seragam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang setara di dunia kerja.

"Yang membedakan adalah akreditasi. Fakultas Kedokteran UMS sudah terakreditasi Unggul, bahkan sedang menuju akreditasi internasional. Inilah yang membuat kami mantap mempercayakan pendidikan putri kami di sini," ungkapnya, Minggu (5/4).

Penanaman Karakter Islami yang Nyata
Selain keunggulan akademik, Prof. Em menyoroti transformasi karakter putrinya yang semakin disiplin dan religius berkat kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Adanya syarat hafal Juz 30 serta tradisi muraja’ah sebelum tutorial menjadi nilai tambah yang signifikan.

"Nilai-nilai Islam seperti hormat kepada orang tua hingga kedewasaan semakin kuat. Ini menjadi nilai lebih bagi lulusan kedokteran UMS," tambahnya.

Pesan untuk Calon Dokter Masa Depan

Putrinya yang kini tengah menjalani pendidikan profesi dokter (*coass*) di RS Daerah Magetan, dibekali pesan agar selalu menjaga sikap rendah hati di lingkungan kerja. Prof. Em mengingatkan agar semua elemen di rumah sakit, mulai dari perawat hingga pasien, dijadikan sebagai guru.

"Kuncinya adalah *tawadhu*, rendah hati, sopan, dan komunikatif. Saya berharap ia menjadi dokter yang profesional, salihah, dan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.

Menutup kesannya, Prof. Em mengapresiasi prosesi wisuda UMS yang berlangsung hangat dan inklusif, mencerminkan kedekatan antara institusi dengan keluarga mahasiswa.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS