Medali emas
Rabu, 21 Oktober 2026 12:08 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

NAGOYA (Soloaja.co) — Atlet paralimpik asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyumbang medali emas kedua bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games 2026. Tampil di nomor lempar cakram klasifikasi F57, Kadek Dwi tak hanya mempersembahkan podium tertinggi, tetapi juga berhasil memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri.
Berlangsung di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, pada Selasa (20/10/2026), atlet berusia 18 tahun tersebut tampil sangat dominan sejak awal laga. Datang sebagai pemegang rekor dunia (48,68 meter) dari Kejuaraan Dunia di Meksiko pada Juli lalu, Kadek Dwi menunjukkan performa tanpa beban.
Kadek Dwi langsung membuka pertandingan dengan lemparan impresif sejauh 46,79 meter pada kesempatan pertama, sebelum meningkatkannya menjadi 47,17 meter pada lemparan kedua. Sorak sorai penonton kembali membahana di Stadion Paloma Mizuho saat percobaan ketiga, di mana ia mencatatkan lemparan sejauh 49,75 meter.
Hasil ini melampaui rekor dunia sebelumnya sejauh 1,07 meter sekaligus memastikan posisinya tak terkejar oleh enam pesaing lainnya. Medali perak diraih oleh wakil Uzbekistan, Yorkinbek Odilov (45,10 meter), sedangkan medali perunggu diamankan atlet Irak, Hussein Khazaee (45,06 meter).
"Pertandingannya bagus, lemparan saya lumayan bagus juga. Soal lawan-lawannya, kita sudah pernah bertemu jadi sudah tahu lah kekuatannya seperti apa," ujar Kadek Dwi saat ditemui di mixed zone.
Dibalik senyum kemenangan dan dominasinya di lapangan, Kadek Dwi menyimpan duka mendalam. Usai laga, atlet muda ini tak sanggup menahan air mata saat mengungkapkan sosok penting di balik capaian emasnya. Belum lama sebelum berangkat ke Nagoya, sang ayah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
"Medali ini saya persembahkan untuk ibu dan bapak saya," ucapnya singkat sambil mengusap air mata.
Kadek Dwi sempat menyempatkan diri pulang ke Bali untuk melepas kepergian sang ayah sebelum akhirnya kembali ke pemusatan latihan di Kota Solo dan terbang ke Nagoya bersama tim Merah Putih.
Meski menyandang predikat pemegang rekor dunia, Kadek Dwi mengaku tampil tanpa beban dan menganggap capaiannya masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.
"Saya puas dengan lemparan ini. Saat latihan bisa sampai 50 meter lebih, mungkin ada beberapa faktor di lapangan seperti arah angin. Soal rekor dunia tidak ada beban, aku main lepas saja," tambahnya.
Mengingat nomor lempar cakram F57 tidak dipertandingkan pada Paralimpiade Los Angeles 2028 kelak, Kadek Dwi berencana berpindah nomor ke lempar lembing agar bisa mewujudkan mimpinya berlaga di panggung terbesar dunia tersebut.
Keberhasilan Kadek Dwi makin mengukuhkan cabang olahraga para atletik sebagai penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Indonesia hingga saat ini.
| Jenis Medali | Atlet | Nomor Pertandingan |
|---|---|---|
| Emas | I Kadek Dwi Purwana Yasa | Lempar Cakram Putra F57 (Rekor Dunia) |
| Perak | Marcelino Michael | Tolak Peluru Putra F12 |
| Perak | Lia Priyanti | Lempar Cakram Putri F43-44/F62/F64 |
| Perunggu | Karisma Evi Tiarani | Lompat Jauh Putri T42/T44/T61-64 |
| Perunggu | Rizal Bagus Saktyono | Lempar Lembing Putra F46 |
| Perunggu | Alfin Nomleni | Lari 400m Putra T20 |
| Perunggu | Nanda Mei Sholihah | Lari 200m Putri T47 |
Bagikan