Jelang Suro, Polresta dan IPSI Deklarasi Damai Larangan Konvoi

Kamis, 04 Juni 2026 10:34 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001740181.jpg
Komitmen jaga kondusifitas IPSI Solo Raya dengan Polres se Solo Raya (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Menjelang momentum pengesahan anggota baru perguruan silat yang bertepatan dengan Bulan Muharam atau Bulan Suro, Polresta Surakarta mengambil langkah preventif strategis.

Bersama jajaran Polres se-Karesidenan Surakarta (Soloraya) dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), kepolisian menggelar deklarasi komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Agenda akbar yang mengumpulkan para ketua serta perwakilan perguruan silat se-Soloraya ini berlangsung khidmat di Aula Wirasatya '96 Mapolresta Surakarta, Kamis (5/6/2025).

Sinergi ini diperkuat mengingat rangkaian agenda pengesahan anggota baru dijadwalkan bergulir pada pertengahan Juni mendatang. Momentum tahunan tersebut kerap memicu perhatian publik terkait stabilitas keamanan wilayah.

Penyelesaian Masalah Lewat Musyawarah

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Kasi Humas AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., M.M., CPHR, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menyamakan persepsi dari hulu hingga hilir.

"Melalui forum ini, kami ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh pihak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar AKP Lingga di Mapolresta Surakarta, Kamis.

"Kami berharap apabila terdapat permasalahan, baik di internal maupun antarperguruan, dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan dengan melibatkan IPSI serta para pimpinan perguruan silat," lanjutnya.

Pihak kepolisian menilai, ketokohan pimpinan perguruan silat memiliki pengaruh yang sangat vital. Tokoh silat diharapkan mampu menjadi peredam potensi gesekan di akar rumput melalui pembinaan intensif bagi para anggotanya, khususnya dalam menjaga sikap dan mengedepankan asas persaudaraan.

Antisipasi Provokasi Media Sosial

Selain fokus pada pembinaan internal, AKP Lingga juga menyoroti kerawanan yang bersumber dari jagat digital. Perkembangan teknologi dan masifnya media sosial menuntut para pesilat untuk lebih bijak dalam memilah informasi.

Para pimpinan perguruan diinstruksikan menjadi benteng pertahanan pertama dalam mengedukasi anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang sengaja diembuskan untuk memicu konflik antarkelompok.

"Kami mengajak seluruh keluarga besar perguruan silat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," tegas AKP Lingga.

"Apabila terdapat persoalan, mari diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik," tambahnya.

Larangan Konvoi dan Arak-arakan

Dalam kesempatan tersebut, aparat penegak hukum juga mengeluarkan imbauan tegas demi kenyamanan publik.

Seluruh perguruan dilarang keras melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan saat hari pengesahan, seperti konvoi kendaraan bermotor, arak-arakan massa di jalan protokol, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum dan pengguna jalan.

Sebagai puncak komitmen, kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi damai dan penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh perwakilan IPSI serta pimpinan perguruan silat se-Soloraya.

Mereka berikrar setia menjaga persatuan, menolak segala bentuk provokasi, mengedepankan penyelesaian masalah secara damai, serta sepenuhnya mendukung Polri dalam menegakkan hukum demi situasi kamtibmas yang aman selama Bulan Suro.

Melalui kolaborasi terintegrasi ini, prosesi sakral pengesahan anggota baru perguruan silat tahun 2025 di wilayah Soloraya diharapkan mampu berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus menjadi cerminan indah dari nilai persaudaraan dalam bingkai kebhinekaan.