Jack Harun Kuliah Umum UKDW, Dorong Mahasiswa Jadikan Pancasila Benteng Anti-Ekstremisme

Minggu, 30 November 2025 17:45 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001089223.jpg
Eks Napiter Jack Harun memberikan Kuliah Umum di UKDW Yogjakarta (Soloaja istimewa)

YOGYAKARTA (Soloaja.co) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang berpotensi membawa pengaruh negatif, mahasiswa dituntut untuk berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai ini dianggap sebagai kunci bagi mahasiswa untuk memilah informasi, menghindari paham ekstrem, serta menjaga pola pikir yang moderat dan kritis.

Hal ini disampaikan oleh Joko Triharmanto yang dikenal sebagai Jack Harun, Ketua Pembina Yayasan Inspirasi Indonesia, saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sabtu, 29 November 2025.

“Dengan menjalankan nilai Pancasila, mahasiswa dapat membentuk karakter yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berakhlak baik, sehingga mampu memimpin bangsa ke arah yang lebih maju dan bermoral,” ujar Jack Harun.

Ia menambahkan, menjalankan Pancasila berarti menjaga identitas nasional dan mempraktikkan nilai yang menjadi fondasi hukum, moral, dan kehidupan sosial Indonesia.

Toleransi dan Pencegahan Bullying

Dalam kesempatan tersebut, Jack Harun juga meminta mahasiswa untuk senantiasa menjaga toleransi. Sikap ini sangat krusial untuk menjaga kemajemukan dan rasa saling menghargai antarsesama, sekaligus sebagai langkah pencegahan terhadap isu serius yang kini marak di lingkungan pendidikan: bullying.

“Kasus bullying telah menyebabkan banyak korban jiwa, di antaranya mahasiswa bunuh diri, perkelahian, hingga kasus kekerasan bom di SMA N 72 Jakarta yang konon menurut informasi disebabkan karena bullying,” tegasnya.

Jack Harun berharap mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, mampu menjadi problem solver agar persoalan sosial dapat diselesaikan dan pembangunan menuju Indonesia Emas dapat segera terealisasi.

Kisah Hijrah dari Anti-Pancasila

Kuliah umum ini semakin menarik karena Jack Harun menceritakan kisah pribadinya, yaitu pengalamannya dulu sempat terpapar paham radikal dan melakukan tindakan kriminal, hingga akhirnya ia memutuskan untuk berubah dan berhijrah menuju NKRI.

Melalui yayasan yang ia dirikan bersama teman-temannya yang juga mantan narapidana terorisme (napiter), Jack Harun terus mengampanyekan isu-isu perdamaian dari lingkungan pendidikan hingga instansi.

Mahasiswa UKDW tampak sangat antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan hingga akhir acara. Salah satunya adalah pertanyaan dari Arya, yang menanyakan mengapa Jack Harun yang dulunya anti-Pancasila kini menjadi teman Pancasila.

Jack Harun menjelaskan bahwa hal itu ia lakukan sebagai bentuk "penebusan dosa" masa lalu. Komitmennya pada NKRI dan Pancasila dibuktikan dengan mengambil studi S2 jurusan Pendidikan Pancasila di UNS dan lulus dengan nilai yang memuaskan.