ISI Surakarta
Senin, 22 Juni 2026 11:09 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Program Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sukses menggelar perhelatan bertajuk "Suguh Unen: Sajian Bunyi dalam Komposisi Reinterpretasi", Minggu (21/6).
Bertempat di area parkir jurusan setempat, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil karya komposisi musik tradisi yang inovatif dan mendalam.
Berbeda dengan format ujian akhir semester konvensional, Suguh Unen sengaja dirancang sebagai ruang eksperimentasi estetika bagi para mahasiswa. Pendekatan ini menuntut kedalaman riset dan keberanian dalam melakukan reinterpretasi terhadap elemen-elemen musik tradisi.
Ketua Prodi Karawitan ISI Surakarta, Ananto Sabdo Aji menjelaskan, dalam pertunjukan ini, para komposer muda ditantang untuk menempatkan bunyi (unen) bukan sekadar sebagai elemen pengiring, melainkan sebagai hidangan estetik utama. Hal tersebut diharapkan mampu melahirkan lanskap bunyi yang segar dan kontemporer.
Lebih lanjut, Ananto menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya Peningkatan Sinergi Akademik di lingkungan Prodi Seni Karawitan. Melalui ajang ini, mahasiswa didorong untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus kepekaan artistik dalam mengolah komposisi.
Sinergi antara proses akademik di ruang kelas dan praktik di lapangan ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya memenuhi standar ujian, tetapi juga memiliki nilai artistik yang layak diapresiasi oleh publik luas.
Antusiasme penonton yang tinggi terlihat sepanjang acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Penonton disuguhi pengalaman musikal yang berbeda, sekaligus membuktikan bahwa musik tradisi memiliki ruang tak terbatas untuk terus berkembang dan berevolusi di tangan generasi muda.
Kesuksesan Suguh Unen ini menjadi bukti nyata semangat kreativitas mahasiswa yang terus terjaga. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen program studi dalam menjaga marwah kesenian agar terus relevan dengan perkembangan zaman. Karawitan Selalu Menggema!
Bagikan