NPC Indonesia
Kamis, 22 Oktober 2026 09:44 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

NAGOYA (Soloaja.co) – Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang. Memasuki hari keempat kompetisi pada Rabu (21/10/2026), tim Merah Putih sukses melampaui target raihan medali yang ditetapkan oleh pemerintah.
Hingga Rabu malam pukul 23.00 waktu setempat, Indonesia berhasil mengumpulkan 8 medali emas, 8 perak, dan 22 perunggu (total 38 medali). Capaian ini secara resmi melewati target awal yang dipatok sebesar 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu, sekaligus menempatkan Indonesia di posisi kesembilan klasemen sementara.
Rabu menjadi momen krusial bagi Indonesia setelah berhasil menambah empat emas dalam sehari. Tiga emas disumbangkan oleh cabang olahraga (cabor) boccia melalui penampilan impresif Felix Ardi Yudha, Gischa Zayana, dan Handayani yang menyapu bersih kemenangan di laga final. Hasil ini menjadikan boccia sebagai penyumbang emas terbanyak sementara bagi Indonesia dengan koleksi 3 emas.
Satu emas tambahan diraih dari cabor para atletik. Secara keseluruhan, para atletik menjadi lumbung medali terbesar kontingen Indonesia dengan total 16 medali (2 emas, 6 perak, dan 8 perunggu)—menyumbang hampir separuh dari total medali tim Merah Putih.
Selain itu, pundi-pundi medali Indonesia juga disokong oleh cabor lain:
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang melebihi ekspektasi ini saat berada di Headquarter Kontingen Indonesia. Ia optimistis perolehan emas akan terus bertambah hingga penutupan ajang pada Sabtu (24/10/2026).
"Alhamdulillah, di hari Rabu tanggal 21 Oktober, kita mendapatkan tambahan medali. Itu artinya sudah mencapai target, melebihi target. Besok dan ke depan sampai penutupan masih ada atletik, bulu tangkis, dan boccia. Ini merupakan andalan-andalan kita, mudah-mudahan bisa menambah pundi-pundi emas," ujar Reda.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, yang hadir langsung di Stadion Paloma Mizuho Nagoya sejak Rabu pagi untuk memberikan dukungan, turut meluapkan rasa bangganya.
"Kewajiban menteri untuk hadir bersama atlet, Chef de Mission, dan Ketua NPC. Kita satu. Bismillah, target tujuh emas bisa terlewati, dan terbukti di lapangan," tegas Erick.
Di balik kesuksesan tersebut, Reda Manthovani juga menyoroti daya juang tinggi para atlet, salah satunya pelari para atletik Saptoyogo Purnomo yang tetap berhasil merebut medali perak meski mengalami kram akibat jadwal pertandingan yang padat.
Mengingat kompetisi masih berlangsung hingga akhir pekan, Reda mengingatkan seluruh atlet untuk tetap menjaga stamina dan memanfaatkan waktu jeda secara maksimal agar kondisi fisik tetap prima di sisa laga Asian Para Games 2026.
Bagikan