Imam Samodra Jadi Wisudawan S3 Tercepat dan Terbaik FKIP UNS

Minggu, 28 Juni 2026 12:25 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001829621.jpg
Rektor UNS Prof Hartono bersama Dr Imam Samodra saat wisuda (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Prestasi membanggakan diraih oleh Dr. Imam Samodra, S.Si., M.Si., Gr. pada Wisuda Periode V Tahun 2026 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Sabtu (27/6/2026). Dalam momentum sakral tersebut, Dr. Imam dinobatkan sebagai Wisudawan Tercepat Program Doktor (S3) UNS setelah berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 2 tahun 9 bulan.

Tak hanya mencatatkan waktu kelulusan kilat, ia juga menyabet predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,98. Prestasi gemilang ini diraih melalui disertasi ilmiah bertajuk "Pengembangan Model Computational Thinking Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif”.

Melalui penelitian mendalam tersebut, Dr. Imam sukses mengembangkan model pembelajaran *Computational Thinking Project Learning (CTPjL)*. Model ini mengintegrasikan pendekatan berpikir komputasi dengan pembelajaran berbasis proyek untuk mendongkrak kemampuan berpikir kreatif para peserta didik.

"Melalui model ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga dilatih berpikir secara sistematis, menganalisis dan memecahkan permasalahan nyata, serta menghasilkan solusi inovatif lewat proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan tantangan riil di masyarakat," terang Dr. Imam.

Strategi Lulus Doktor Kurang dari Tiga Tahun

Keberhasilannya menyelesaikan studi doktor dalam waktu super singkat ini diakui Dr. Imam tidak terlepas dari bimbingan dan arahan sang promotor, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si. Sejak awal, Prof. Fitria sudah berpesan agar dirinya menetapkan target penyelesaian studi minimal tiga tahun.

Untuk mengejar target tersebut, ia menerapkan strategi matang dengan menyusun tahapan studi secara sistematis; mulai dari seminar proposal, pelaksanaan penelitian, analisis data, penulisan disertasi, hingga ujian hasil dan ujian terbuka.

"Saya menyusun jadwal penyelesaian studi secara rinci dan disiplin menjalankannya. Komunikasi yang intensif dengan promotor juga menjadi kunci utama agar setiap perkembangan penelitian memperoleh arahan serta masukan berkala," ungkapnya. Ia pun konsisten mendokumentasikan seluruh proses bimbingan dalam buku catatan khusus agar perkembangan risetnya terpantau secara terstruktur.

Tempuh Seluruh Jenjang Akademik di Kampus Kentingan

Dr. Imam merupakan salah satu contoh produk asli didikan Kampus Kentingan karena menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi dari S1 hingga S3 di UNS. Perjalanan akademiknya di Solo dimulai saat memasuki Program Sarjana (S1) Pendidikan Kimia pada tahun 2006.

Ia kemudian melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UNS pada tahun 2019, dilanjutkan ke Program Magister (S2) Kimia pada tahun yang sama, hingga akhirnya menempuh Program Doktor (S3) Pendidikan IPA sejak tahun 2023. Bagi Imam, UNS dipilih karena memiliki lingkungan akademik yang sangat kondusif, budaya riset yang kuat, serta kualitas bimbingan yang mumpuni.

Di luar aktivitas akademik, saat ini ia mengemban amanah sebagai Pelaksana Harian Yayasan Al Abidin Surakarta, sebuah yayasan yang membina 34 satuan pendidikan mulai dari Kelompok Bermain hingga SMA dengan total sekitar 7.650 peserta didik di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Ia juga aktif mengajar sebagai Guru Kimia di SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (SMA ABBS) Surakarta serta produktif sebagai peneliti. Risetnya berfokus pada integrasi *CTPjL Framework* dalam pendidikan sains, khususnya implementasi *Green Chemistry* yang mendukung pencapaian *Sustainable Development Goal (SDG)* 6 mengenai air bersih dan sanitasi.

Dedikasi dan Kontribusi Nyata untuk Pendidikan Indonesia

Bagi Dr. Imam, gelar doktor yang disandangnya bukan sekadar pencapaian akademik di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional. Ia mengaku terinspirasi oleh kutipan legendaris Nelson Mandela: *"Education is the most powerful weapon which you can use to change the world."*

"Saya meyakini bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk membawa perubahan. Karena itu, saya ingin berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pengajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan," tegasnya. Menurutnya, berjuang memajukan dunia pendidikan juga bagian dari dakwah untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat.

Melalui capaian ganda sebagai Wisudawan Tercepat S3 UNS sekaligus Wisudawan Terbaik FKIP UNS, Dr. Imam berharap hasil formula penelitiannya dapat diimplementasikan secara luas di berbagai sekolah. Dengan begitu, inovasi ini mampu merangsang lahirnya sistem pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, adaptif terhadap zaman, dan relevan dengan kebutuhan riil masyarakat Indonesia.