media sosial
Minggu, 25 Januari 2026 19:00 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Menjawab tantangan pesatnya teknologi digital, tim Humas Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan editing video dan pengelolaan media sosial di SD Muhammadiyah Palur, Sabtu (24/1).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya tarik instansi pendidikan di mata masyarakat melalui konten yang kreatif dan relevan.
Tim Humas UMS hadir sebagai pemateri sekaligus fasilitator untuk membekali para guru dan staf dengan keterampilan produksi konten video yang sistematis.
Strategi Konten dan Riset Algoritma
Narasumber pertama, Baghaz Muhammad Hasbi Ashiddieqy, S.H., menekankan bahwa video adalah jembatan efektif antara sekolah dan calon pendaftar. Ia membagikan rahasia dapur Humas UMS yang selalu konsisten memproduksi minimal lima konten per bulan dengan tetap mengikuti tren terbaru.
"Konten yang sedang tren memiliki lonjakan viewers paling signifikan. Namun, riset tetap menjadi hal fundamental sebelum produksi untuk memastikan konten tersebut dapat diterima masyarakat," jelas Baghaz.
Ia merinci empat poin krusial dalam produksi konten:
* Shot List: Susunan acara yang terencana.
* Talent: Pemantik daya tarik penonton.
* Lokasi: Latar belakang yang estetis.
* Properti: Pendukung visual konten.
Baghaz juga memotivasi peserta bahwa siapa pun bisa menguasai media sosial tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan komunikasi.
Teknik Visual: "Hukum 3 Detik Pertama"
Sementara itu, Muhammad Fatkhan Attamimi, S.Pd. (Atta), fokus pada teknis editing video. Menurutnya, keberhasilan sebuah konten sangat ditentukan pada tiga detik pertama.
"Tiga detik pertama harus menyajikan visual paling menarik agar penonton tidak melewati video tersebut," ungkap Atta. Ia juga menyarankan penggunaan sound effect yang tepat untuk memperkuat nilai estetika dan ketertarikan penonton.
Sinergi Amal Usaha Muhammadiyah
Pelatihan tidak hanya berisi teori, para peserta juga diajak praktik langsung mulai dari menyusun konsep, menata layout, hingga tahap penyuntingan akhir.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata inklusivitas UMS dalam memberdayakan sesama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Melalui peningkatan kapasitas digital di tingkat dasar, diharapkan energi juang persyarikatan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan semakin kuat dan adaptif terhadap zaman.
Bagikan
media sosial
4 bulan yang lalu