imlek
Minggu, 01 Maret 2026 09:44 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

JAKARTA (Soloaja.co) – Kota Surakarta sukses mencuri perhatian dalam Pawai Budaya Festival Harmoni Imlek Nusantara 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026). Perhelatan ini menjadi puncak perayaan Imlek Nasional 2577 yang memadukan keindahan budaya Tionghoa dan kekayaan tradisi Nusantara.
Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada pukul 16.26 WIB. Mengenakan semangat kebinekaan, Kota Solo menampilkan pertunjukan Barongsai dan Liong yang energik dengan iringan ansambel perkusi yang membahana.
Tak hanya seni Tionghoa, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mempersembahkan karakter ikonik Jawa, Jathil dan Cakil. Penampilan ini membawa filosofi mendalam tentang keseimbangan antara kebaikan dan keburukan.
Selain itu, panggung nasional tersebut juga dihiasi dengan Dramatari Adaninggar dan Kelasworo, sebuah karya seni yang melambangkan keberanian serta kecantikan dalam perpaduan tradisi Jawa-Tionghoa.
Wujud Nyata Solo Kota Toleransi
Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi kepada para seniman muda asal Kota Bengawan. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Solo adalah bukti nyata komitmen dalam merawat akulturasi dan toleransi.
“Melalui panggung nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kota Solo menjunjung tinggi akulturasi budaya. Solo adalah rumah bagi ragam budaya yang tumbuh berdampingan secara harmoni,” ujar Respati.
Ia pun mengaku bangga karena mayoritas penampil merupakan generasi muda. Respati berkomitmen untuk terus menjaga warisan budaya ini agar tetap eksis lintas generasi. "Keberlanjutan budaya di Kota Solo perlu kita jaga bersama agar tetap hidup selamanya," imbuhnya.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Malam Puncak
Malam puncak perayaan semakin meriah dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, sekitar pukul 20.00 WIB. Wapres disambut oleh sejumlah menteri, termasuk Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta putra Presiden RI, Didit Prabowo.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk di atas panggung yang berdiri strategis di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta—dua simbol kerukunan beragama di Indonesia. Selain Wali Kota Solo, tampak hadir pula sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
Parade budaya yang menampilkan Barongsai, Ondel-ondel, hingga Reog Ponorogo ini berhasil menyedot antusiasme ribuan warga. Di tengah gemerlap lampion merah, Festival Harmoni Imlek Nusantara 2026 bukan sekadar perayaan tahun baru, melainkan panggung ekspresi yang mempertegas persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Bagikan
rumah
setahun yang lalu