BPJS ketenagakerjaan
Kamis, 16 Juli 2026 19:53 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Pemerintah Kota Surakarta menegaskan pentingnya keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan anak demi menciptakan ketahanan keluarga dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, menegaskan kehadiran seorang ayah merupakan kunci dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan unggul.
Hal tersebut disampaikan Astrid ketika mengisi acara talkshow pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Selasa (14/7/2026). Selain Astrid, talkshow tersebut menghadirkan narasumber Poernomo Warasto yang merupakan suami Astrid, dan dokter spesialis anak, Hari Wahyu Nugroho.
"Ayah harus hadir dalam membangun keutuhan dan ketahanan keluarga. Sosok ayah berperan sebagai penyeimbang," ujar Astrid.
Ia menambahkan bahwa meski ada perbedaan gaya pengasuhan antara ayah dan ibu, perbedaan tersebut justru harus saling melengkapi melalui kompromi demi tumbuh kembang anak yang optimal.
Di kesempatan yang sama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Dian Agung Senoaji mengatakan, Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi setiap pekerja, termasuk para Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang telah berkontribusi besar dalam mendampingi masyarakat.
Saat ini, sebanyak 690 Kader PPKBD dari 54 kelurahan di Kota Surakarta telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak September 2024. Kepesertaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang dapat terjadi selama mereka menjalankan aktivitasnya.
Hingga saat ini, sebanyak 12 Kader PPKBD yang menjadi peserta aktif telah meninggal dunia, dan BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada para ahli waris dengan total nilai klaim mencapai Rp504 juta. Santunan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan serta memberikan kepastian perlindungan bagi para pekerja dan keluarganya.
“Hari ini kami secara simbolis menyerahkan manfaat Jaminan Kematian kepada ahli waris almarhumah Ibu Padmini dan almarhumah Ibu Marini, masing-masing sebesar Rp42 juta. Kami berharap manfaat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan.” ungkap Dian Agung Senoaji.
BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Perlindungan bagi pekerja bukan hanya memberikan rasa aman bagi individu, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia.
Bagikan