APPSI Solo dan BULOG Surakarta Salurkan 31 Ton Beras SPHP di Pasar Legi

Kusumawati - Kamis, 16 Juli 2026 15:29 WIB
APPSI Solo dan BULOG Surakarta mendistribusikan beras SPHP di Pasar Legi (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Solo kembali mendampingi Perum Bulog Cabang Surakarta dalam mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pada penyaluran gelombang ketiga di Pasar Legi Solo, Kamis (16/7/2026), volume beras yang digelontorkan mengalami peningkatan signifikan mencapai 31 ton.

Beras bersubsidi tersebut didistribusikan kepada 75 pedagang Pasar Legi yang tergabung sebagai anggota APPSI. Jumlah kuota yang diterima setiap pedagang bervariasi disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

Ketua APPSI Kota Solo, Muzakki Amna, menjelaskan bahwa program kemitraan dengan Bulog ini bertujuan untuk memastikan para pedagang pasar mendapatkan hak dan pasokan beras SPHP secara adil. Penambahan kuota ini merupakan respons atas aspirasi para pedagang yang mengeluhkan minimnya pasokan sebelumnya.

"Kemarin para pedagang mengadu karena kuantitas yang didapat terlalu kecil, padahal kebutuhan pasar sangat tinggi. Kami kemudian berdiskusi dan melakukan pendekatan dengan Bulog mengenai kondisi riil di lapangan. Alhamdulillah, Bulog merespons positif dengan menaikkan kuota penyerapan," ujar Muzakki saat memantau langsung pendistribusian di lokasi.

Ia merinci, tren penyaluran beras SPHP melalui APPSI terus menunjukkan kenaikan yang konsisten. Pada gelombang pertama, volume yang diturunkan hanya berkisar 8,5 ton, kemudian naik menjadi 21 ton pada gelombang kedua, hingga menembus 31 ton pada gelombang ketiga ini.

Muzakki menambahkan, seluruh pedagang pada dasarnya berhak mendapatkan beras SPHP ini asalkan memenuhi syarat dari Bulog, seperti terdaftar resmi sebagai pedagang pasar setempat dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Ke depan, APPSI berencana memperluas jaringan distribusi ini ke pasar-pasar tradisional lain di Solo yang menjual komoditas sembako, seperti Pasar Harjodaksino dan Pasar Kleco.

Pedagang dan Buruh Troli Ketiban Berkah

Peningkatan kuota ini disambut baik oleh para pedagang. Ketua APPSI Komisariat Pasar Legi, Purwaniatun, mengungkapkan bahwa pelonjakan alokasi ini sangat membantu ketersediaan stok di lapak pedagang yang sempat menipis.

"Biasanya pedagang hanya kebagian 25 sak (kemasan 5 kg), tetapi sekarang alhamdulillah bisa dapat sampai 100-an sak. Jadi peningkatannya sangat terasa," ungkap perempuan yang akrab disapa Bu Pur tersebut.

Untuk harga, pedagang menebus dari Bulog sebesar Rp56.500 per sak isi 5 kg, dan akan dijual ke konsumen disesuaikan dengan harga pasar dengan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP sebesar Rp12.500 per kg atau Rp62.500 per sak. Harga tebus tersebut dinilai sudah sangat ideal karena sudah mencakup biaya angkut bagi para buruh troli di dalam pasar.

Keberkahan dari melimpahnya pasokan beras SPHP ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh pedagang, melainkan juga menyasar para pekerja informal di Pasar Legi. Prapti, salah seorang buruh troli, mengaku meraup pendapatan lebih karena tenaganya dibutuhkan untuk mengantar beras ke lapak-lapak pedagang.

"Ikut mendapat berkah dari program ini. Sekali angkut dengan troli bisa membawa 25 sak. Kalau volume beras yang datang banyak seperti sekarang, otomatis tarikan saya ikut banyak dan upah yang didapat lumayan meningkat," tutur Prapti dengan wajah sumringah.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS