Fakultas Psikologi UNS Rampungkan Riset World Values Survey Gelombang ke-8

Senin, 18 Mei 2026 12:49 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001682405.jpg
Ketua tim peneliti Fakultas Psikologi UNS, Ayu Okvitawanli dan anggota tim Moh. Abdul Hakim (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelesaikan pengambilan data World Values Survey (WVS) Gelombang ke-8 di Indonesia. Riset sosial global ini berfokus pada pengukuran pergeseran nilai-nilai fundamental masyarakat yang dikumpulkan selama lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2025.

Pencapaian ini menempatkan UNS sebagai institusi akademik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dipercaya menjadi Principle Investigator resmi oleh WVS Association yang berpusat di Vienna, Austria.

Ketua tim peneliti Fakultas Psikologi UNS, Ayu Okvitawanli menjelaskan, survei berskala nasional dengan standar internasional ini mengukur pergeseran nilai mulai dari kepercayaan antarpersonal, pandangan terhadap demokrasi dan pemerintahan, nilai agama dan keluarga, hingga sikap terhadap lingkungan serta teknologi.

Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur berisi lebih dari 300 butir pertanyaan yang mencakup 14 tema nilai utama. Riset ini berhasil menjangkau 2.306 responden di 247 kecamatan yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia melalui strategi multistage random sampling.

"Ini adalah pengakuan internasional terhadap kapasitas riset Fakultas Psikologi UNS. Kami bekerja dengan standar metodologi yang sangat ketat, karena data ini akan dibandingkan dengan data dari 90 negara lain dan menjadi rujukan ilmiah internasional," ujar Ayu.

Anggota tim peneliti, Muhammad Abdul Hakim menambahkan bahwa hasil kesimpulan survei ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi dari berbagai dimensi. Salah satunya sebagai rekam jejak historis. 

Tersedianya rentang data dari tahun 2001 hingga 2025 memungkinkan analisis mendalam mengenai perubahan nilai masyarakat Indonesia selama 24 tahun terakhir, termasuk bagaimana masyarakat melewati fase pasca-reformasi 1998, era digitalisasi, hingga pandemi Covid-19.

Selain itu, hasil riset ini berguna untuk komparatif global yang memungkinkan perbandingan nilai sosial Indonesia secara langsung dengan 90 negara peserta WVS lainnya, seperti negara anggota G20 dan ASEAN. 

Dari dimensi kebijakan publik, data empiris ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan organisasi sipil dalam merancang kebijakan di bidang pendidikan, keagamaan, demokrasi, serta kesejahteraan sosial.

Setelah fase pengambilan data rampung, tim peneliti kini memasuki tahap analisis, penginputan, pembersihan, dan validasi data sesuai standar global. Dataset final akan diserahkan ke WVS Association di Vienna untuk diintegrasikan dalam database dunia dan dapat diakses publik secara gratis melalui worldvaluessurvey.org serta situs resmi https://wvsindonesia.uns.ac.id.