UNS
Kamis, 26 Maret 2026 16:42 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Sasana Handrawina, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pada Kamis (26/3/2026). Keluarga besar keraton menggelar silaturahmi Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H yang dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc.
Kehadiran Menteri Kebudayaan turut didampingi jajaran pejabat teras, di antaranya Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum, serta sejumlah Staf Khusus Menteri. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, KGPH Hangabehi, jajaran putra-putri Sawarga Paku Buwono (PB) XII, PB XIII, PB IX, Forkopimda Surakarta, serta kerabat keraton.
Paku Bumi Budaya Jawa
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi peran vital Keraton Surakarta sebagai penjaga nyawa budaya Jawa dan nilai-nilai tradisi bangsa. Ia menyebut keraton sebagai "Paku Bumi" di tanah Jawa yang memiliki sejarah panjang sejak era Amangkurat hingga Paku Buwono XIII.
"Kami berharap silaturahmi ini menjadi momentum kerukunan dan keguyuban. Upaya revitalisasi keraton merupakan amanat Undang-Undang Cagar Budaya dan harus didukung semua pihak demi kemaslahatan bersama," ujar Fadli Zon.
Ia memproyeksikan, pasca-revitalisasi, keraton akan bertransformasi menjadi pusat kegiatan budaya yang lebih hidup. "Keraton bisa menjadi magnet wisata sejarah, religius, kuliner, hingga wastra (kain tradisional). Ekspresi budayanya sangat luas untuk dikembangkan," tambahnya.
Ajakan Menanggalkan Ego Demi Keraton
Senada dengan hal tersebut, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menekankan pentingnya persatuan internal keluarga besar keraton. Ia mengajak seluruh kerabat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk saling merangkul dan kompak.
"Saya terus-menerus mengajak kita semua untuk meletakkan ego masing-masing. Kepentingan Keraton Kasunanan Surakarta harus berada di atas kepentingan pribadi atau golongan," tegas Gusti Tejowulan.
Terkait teknis pembangunan, Gusti Tedjowulan mengungkapkan bahwa program kerja revitalisasi lanjutan untuk tahun 2026 telah disusun. Rencana ini mencakup evaluasi kondisi terkini hingga proyeksi lima tahun ke depan, termasuk pembentukan yayasan untuk transparansi pengelolaan dana.
"Kami sedang menyiapkan perencanaan untuk segera diajukan secara autentik kepada DPR RI. Ini langkah penting untuk masa depan keraton," jelasnya.
Tinjau Keraton Kilen dan Museum
Usai acara Halal bi Halal, Menteri Fadli Zon menyempatkan diri melakukan peninjauan lapangan. Didampingi jajaran keraton, ia melihat langsung kondisi Keraton Kilen yang telah disiapkan untuk tahap revitalisasi awal. Selain itu, rombongan juga meninjau area museum keraton yang pembangunannya belum tuntas.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal pemugaran fisik dan penguatan nilai budaya di Keraton Surakarta sebagai salah satu aset sejarah paling berharga milik Indonesia.
Sementara itu Pakubuwono Empat Belas (PB XIV) Purboyo juga menggelar halalbihalal di Sasana Narendra Keraton Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). Acara itu dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dihadiri kerabat, sentana, dan abdi dalem Keraton Solo.
Nampak PB XIV Purboyo, didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono yang juga dikenal sebagai KRAy Pradapaningsih, dan GKR Panembahan Timoer Rumbai.
Bagikan