Doktor Baru UMS Ciptakan Buku Pancasila Perkuat Kebhinekaan

Sabtu, 14 Februari 2026 11:17 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1001359472.jpg
Wendy Dian Patriana resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-21 Program Studi Pendidikan FKIP UMS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah deretan pakar pendidikannya. Wendy Dian Patriana resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-21 Program Studi Pendidikan FKIP UMS dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar di Auditorium Djazman, Rabu (11/2/2026).

Melalui disertasinya, Wendy menyoroti tantangan krusial mengenai penurunan iklim kebhinekaan di tingkat Sekolah Dasar (SD) di tengah masifnya transformasi digital.

Respons Terhadap Ancaman Disintegrasi Digital

Penelitian ini dipicu oleh kekhawatiran atas data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 yang menunjukkan penurunan sikap menghargai keberagaman. Di era digital, anak-anak usia SD kini rentan terpapar konten negatif seperti cyber bullying hingga digital harassment yang berpotensi memicu benih intoleransi.

"Keberagaman adalah identitas bangsa Indonesia. Sekolah memiliki peran vital untuk memperkenalkannya. Namun, di balik kekayaan itu, ada risiko konflik tinggi jika tidak dibekali pemahaman yang kuat sejak dini," papar Wendy.

Inovasi "Activity Book" Berbasis MSL

Sebagai solusi praktis, Wendy mengembangkan buku pendamping Pendidikan Pancasila untuk kelas 4 SD. Berbeda dengan buku teks biasa, produk ini dikemas dalam bentuk activity book dengan pendekatan Multiple Sources Learning (MSL).

Pendekatan MSL memungkinkan guru dan siswa mengeksplorasi sumber belajar secara variatif dan kolaboratif. Keunggulan buku ini meliputi:
* Eksplorasi Budaya: Memuat aktivitas kesenian yang mengenalkan unsur budaya nusantara.
* Aspek Kreativitas: Memberi ruang luas bagi siswa untuk berkreasi, bukan sekadar menghafal.
* Keseimbangan Kompetensi: Mengintegrasikan ranah kognitif (pengetahuan) dan afektif (sikap).

Pesan untuk Perjuangan Keilmuan

Ketua Penguji, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., yang mewakili Rektor UMS, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Ia berpesan agar gelar doktor ini menjadi awal perjuangan untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan.

Senada dengan itu, Promotor Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menekankan pentingnya integritas bagi seorang akademisi. "Seorang doktor harus memiliki dua karakter utuh, yaitu penguasaan IPTEK yang mumpuni serta kompetensi spiritual yang kuat," pesannya.

Hadirnya inovasi buku pendamping ini diharapkan mampu menjawab kesenjangan antara kebijakan dan realitas di lapangan, sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi.