Rektor UMS
Minggu, 03 Mei 2026 12:45 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

BALI (Soloaja.co) – Universitas Bali Internasional Muhammadiyah atau BIM University sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk Bali International Meeting on Business, Advanced Engineering, and Leadership Sustainability Impact (BIM-BALI) pada Kamis, 30 April 2026.
Sebanyak 258 peserta tercatat berpartisipasi dalam agenda ilmiah ini, dengan rincian 111 peserta hadir secara luring di kampus dan 147 peserta mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.
Konferensi perdana ini mengusung tema besar mengenai kemajuan inovasi bisnis, keunggulan rekayasa, dan kepemimpinan berkelanjutan untuk dampak global. Fokus utama kegiatan ini adalah menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan dunia serta mendorong pembangunan yang tangguh.
Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengungkapkan rasa bangganya atas terlaksananya forum ilmiah internasional pertama bagi universitas tersebut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada ratusan peserta dan pemateri yang telah berkontribusi.
“Visi BIM University untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi swasta yang berkualitas dan memiliki daya saing di tingkat global.” Ungkap Prof Harun.
Di sela rangkaian konferensi, BIM University turut meluncurkan program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui skema One Day Service.
Inovasi layanan ini memungkinkan calon mahasiswa menyelesaikan seluruh proses pendaftaran hingga resmi diterima hanya dalam waktu satu jam.
Kecepatan layanan ini dibuktikan langsung saat Rektor memperkenalkan Intan Dwi Cahya Ramadhani, calon mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendaftaran kilat tersebut, di hadapan para peserta konferensi.
Sebagai langkah keberlanjutan, BIM University mengumumkan rencana penyelenggaraan konferensi kedua pada Juli 2026 mendatang. Dalam rencana tersebut, pihak kampus akan menggandeng IPAYMU sebagai mitra strategis.
Konferensi ini menghadirkan jajaran narasumber ahli, seperti Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono dari BRIN, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, serta pakar internasional dari Asia University Taiwan dan Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia.
Topik yang dibahas mencakup isu-isu krusial saat ini, mulai dari kemandirian energi dan inovasi teknologi hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di era kecerdasan buatan.
Bagikan