Jakarta Pertamina Enduro
Jumat, 17 April 2026 20:15 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SEMARANG (Soloaja.co) – Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi resmi mengamankan tempat di partai puncak Grand Final Proliga 2026.
Kepastian ini didapat setelah tim asuhan Reidel Toiran menumbangkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) dalam lanjutan Final Four di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4/2026).
Kemenangan ini membawa Bhayangkara Presisi melangkah ke Yogyakarta pekan depan untuk menantang rival berat mereka, Jakarta LavAni Livin' Transmedia, di GOR Amongrogo.
Dominasi Mental di Poin Kritis
Bhayangkara Presisi tampil menekan sejak awal set pertama melalui kombinasi serangan Agil Angga, Arjuna Mahendra, dan Nizar Zulfikar. Meski Garuda Jaya yang dimotori Dawuda dan Fauzan Nibras memberikan perlawanan, pertahanan kokoh Bhayangkara menutup set pertama di angka 25-20.
Memasuki set kedua, laga berjalan lebih dramatis. Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, berhasil memacu semangat para pemain mudanya hingga memaksa terjadinya deuce.
Namun, kematangan mental Bhayangkara Presisi di poin krusial menjadi pembeda, menutup set dengan skor tipis 27-25. Dominasi tersebut berlanjut ke set ketiga yang berakhir dengan skor 25-19 untuk keunggulan sang juara bertahan.
Evaluasi dan Persiapan Menuju Puncak
Pelatih Reidel Toiran mengaku puas dengan ketenangan anak asuhnya meski sempat mendapat tekanan hebat di set kedua. Menghadapi sisa laga Final Four sebelum Grand Final, Toiran mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain.
"Tujuan awal kami adalah final. Sekarang saatnya memberikan jam terbang bagi pemain muda untuk menjaga kebugaran pilar utama sebelum bentrok di Grand Final," ujar Toiran.
Ambisi besar juga disuarakan oleh setter Alvin Daniel yang menargetkan sejarah baru bagi timnya. "Fokus kami sekarang adalah mempertahankan gelar dan menciptakan hattrick juara," tegasnya.
Garuda Jaya Tatap Perebutan Tempat Ketiga
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Jakarta Garuda Jaya. Pelatih Nur Widayanto menyoroti masalah komunikasi dan koordinasi yang masih belum padu di lapangan sebagai penyebab kekalahan timnya.
Meski gagal melaju ke final, bintang muda Garuda Jaya, Dawuda Alahiwassalam, menegaskan timnya tidak akan menyerah begitu saja. Mereka kini mengalihkan fokus untuk menghadapi Surabaya Samator dalam perebutan posisi ketiga.
"Kami akan habis-habisan (fight) melawan Samator. Kami ingin menutup musim ini dengan kepala tegak," pungkas Dawuda.
Bagikan