Senin, 19 Januari 2026 21:51 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – PT Wahana Sarana Lestari selaku pengelola Bengawan Bowling Center Solo resmi memulai rangkaian renovasi besar-besaran atau kick off melalui audiensi bersama pakar bowling dunia.
Acara yang digelar di Hotel FIM by Zigna Yosodipuro Solo, Senin (19/1/2026) ini, menandai kebangkitan kembali olahraga bowling di Kota Bengawan.
Dalam agenda ini, manajemen Bengawan Bowling Center menggandeng ABS (American Bowling Supply) Singapore sebagai konsultan utama. Turut hadir perwakilan KONI Jawa Tengah, KONI Solo, serta Persatuan Bowling Indonesia (PBI) untuk memberikan masukan strategis.
Konsep "Sportainment": Lebih dari Sekadar Olahraga
Manajer Operasional Jayadi, mewakili Direktur Lani Sinta Dewi, menjelaskan bahwa renovasi kali ini mengusung konsep Sportainment (Sport & Entertainment).
"Kami ingin menciptakan memori yang membekas bagi para pemain. Jadi, bukan sekadar datang, main, lalu pulang. Ke depan, Bengawan Bowling akan dilengkapi dengan foodcourt yang nyaman dengan harga terjangkau, serta menjadi venue turnamen skala regional maupun nasional," ungkap Jayadi.
Saat ini, dari 20 lintasan (lane) yang ada, hanya 10 yang beroperasi maksimal karena kendala ketersediaan sparepart mesin impor. Melalui proyek reborn ini, seluruh lintasan akan diperbarui sesuai standar kalibrasi internasional yang diakui oleh PBI Pusat hingga badan bowling dunia.
Sentuhan Konsultan Kelas Dunia
Hadir langsung dari Singapura, Galvin Wong, Sales Manager ABS Singapore yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun di industri bowling.
ABS dikenal sebagai distributor eksklusif produk New QubicaAMF yang telah sukses membangun pusat bowling kelas internasional, seperti Jakabaring (Host Asian Games 2018) dan Medan (Host PON 2024).
Galvin Wong menilai Solo memiliki potensi yang sangat besar dan unik sebagai lokasi pengembangan bowling.
"Solo berada di posisi strategis antara Jawa bagian barat dan timur. Potensi pasarnya besar karena minim kompetitor di wilayah sekitar. Terlebih, bowling adalah olahraga sosial yang bisa dinikmati semua usia, tanpa tergantung cuaca karena berada di dalam ruangan," ujar Galvin.
Mendukung Sport Tourism Solo
Renovasi ini juga selaras dengan visi Pemerintah Kota Surakarta yang memosisikan diri sebagai kota Sport Tourism. Melalui sarasehan yang akan melibatkan Walikota Surakarta dan berbagai induk organisasi olahraga, pengelola berharap Bengawan Bowling Center bisa menjadi ikon baru pariwisata Solo.
"Kami akan menyerap masukan dari PBI Jawa Tengah dan DIY agar teknis lapangan benar-benar sesuai standar kebutuhan atlet maupun hiburan masyarakat umum," tambah Jayadi.
Proyek yang mengusung semangat ini diharapkan selesai dalam waktu dekat, sehingga warga Solo dan sekitarnya dapat kembali menikmati fasilitas bowling terbaik dengan teknologi paling mutakhir.
Bagikan