ojk
Selasa, 03 Maret 2026 09:33 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II tancap gas memperluas penetrasi pasar modal ke jenjang pendidikan menengah.
Pada tahun 2026 ini, BEI menargetkan penambahan empat Galeri Investasi (GI) baru yang difokuskan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) guna membentengi generasi muda dari serbuan investasi bodong.
Kepala Kantor BEI Jawa Tengah II, M. Wira Adibrata, mengungkapkan bahwa ekspansi ke tingkat SMA merupakan langkah strategis untuk memitigasi pengaruh negatif influencer di media sosial yang sering menjanjikan keuntungan instan kepada Gen Z.
“Anak-anak Gen Z sangat mudah terpengaruh hal-hal instan dari influencer yang mengaku ahli namun tidak memiliki filter informasi. Kami ingin mereka beralih ke sumber terpercaya,” ujar Wira dalam acara buka puasa bersama media di Solo, Senin (2/3/2026).
Verifikasi Izin Influencer dan Edukasi Dini
Wira mengingatkan bahwa berdasarkan POJK No. 13 Tahun 2025, setiap influencer yang memberikan rekomendasi atau analisis investasi wajib memiliki izin resmi sebagai Penasihat Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah edukasi ini mulai menyasar sekolah unggulan seperti SMAN 2 Sukoharjo dan SMKN 1 Sragen, menyusul kesuksesan GI di SMA Kalam Kudus. BEI menekankan agar calon investor muda selalu melakukan verifikasi informasi melalui akun resmi otoritas seperti BEI, OJK, perusahaan sekuritas tersertifikasi, serta situs resmi IDX.
Transaksi Solo Raya Tembus Rp46,42 Triliun
Hingga Maret 2026, antusiasme investasi di Solo Raya menunjukkan angka yang impresif. Total transaksi di wilayah ini telah menembus Rp46,42 triliun dengan jumlah investor mencapai 368.806 SID (Single Investor Identification).
Keberadaan 43 Galeri Investasi yang sudah ada di Jateng II dan Madiun Raya terbukti efektif. Salah satu contoh sukses adalah GI UIN Raden Mas Said Surakarta yang mencatatkan transaksi rata-rata Rp290 juta per bulan.
“Tantangan tahun 2026 ini adalah memperluas edukasi ke sektor Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sejauh ini belum tergarap maksimal,” tambah Wira.
Melalui kehadiran GI di tingkat SMA, BEI berharap pertumbuhan investor di masa depan tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas literasi yang mumpuni agar tidak terjebak dalam subjektivitas informasi di media sosial.
Bagikan