BCA
Kamis, 29 Oktober 2026 13:21 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Kusumawati

SOLO (Soloaja.co) — PT BCA Syariah terus memperluas jangkauan pembiayaan konsumer untuk memenuhi beragam kebutuhan keuangan masyarakat, mulai dari perencanaan ibadah umroh, kepemilikan aset, hingga investasi jangka panjang.
Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, menyampaikan bahwa pembiayaan umroh dihadirkan guna membantu nasabah mewujudkan rencana perjalanan ibadah.
“BCA Syariah juga menyediakan pembiayaan multijasa untuk kebutuhan lain, salah satunya program bayi tabung.” Ungkap Bukit Mas Siahaan.
Di sisi investasi dan kepemilikan aset, BCA Syariah mencatatkan tren pertumbuhan positif pada beberapa produk pembiayaan hingga Agustus 2026. Pembiayaan emas melonjak 81,76 persen menjadi Rp598 miliar, KPR tumbuh 24,17 persen menjadi Rp1.784 miliar, dan pembiayaan kendaraan bermotor naik 32,59 persen mencapai Rp78 miliar.
Direktur BCA Syariah, Pranata, menegaskan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi jangka panjang yang sangat memikat. Untuk memperluas aksesibilitas bagi masyarakat, BCA Syariah mempermudah syarat pembiayaan emas.
"Kami menurunkan minimum pembiayaan emas menjadi 5 gram dari sebelumnya 10 gram. Pengajuannya kini semakin praktis melalui fitur Emas iB di aplikasi BSya, dengan pilihan emas dari Antam, Galeri 24, hingga Hartadinata," ujar Pranata.
Peluang ekspansi bisnis konsumer syariah ini selaras dengan pertumbuhan industri keuangan syariah di tingkat nasional. Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK, Dian Masyita, mengungkapkan total aset keuangan syariah per Juni 2026 mencapai Rp3.264 triliun, tumbuh 9,82 persen secara tahunan.
"Pangsa pasar keuangan syariah nasional saat ini berada di angka 11,24 persen. Kemudahan akses, relevansi produk, daya saing, serta kepatuhan pada prinsip syariah menjadi pilar utama untuk mendorong penetrasi industri ini," kata Dian Masyita.
Menanggapi potensi pasar tersebut, BCA Syariah mengandalkan strategi digitalisasi lewat aplikasi BSya untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan perbankan dan pembiayaan secara cepat.
Masyarakat diimbau untuk senantiasa menyesuaikan pembiayaan dengan tujuan keuangan, memahami akad yang digunakan, serta memastikan kemampuan finansial agar perencanaan keuangan jangka panjang dapat berjalan optimal.
Bagikan