Polres Sukoharjo
Senin, 03 Agustus 2026 16:28 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SUKOHARJO (Soloaja.co) - Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menerima piagam penghargaan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diberikan atas peran Fakultas Syariah sebagai mitra dalam menyelenggarakan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu pertama di Indonesia.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Jalan Papandayan, Semarang, pada Senin (3/8/2026) siang.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Amin, kepada Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Bakhrul Amal. Program kelas perdana ini diinisiasi oleh Bakhrul Amal selaku Kepala Laboratorium Fakultas Syariah bersama Bawaslu Kabupaten Sukoharjo.
"Langkah ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait mekanisme penyelesaian sengketa Pemilu." Kata Muhammad Amin.
Melalui sinergi yang terjalin, pemilih diharapkan tidak hanya aktif memberikan suara, tetapi juga memahami tata cara pelaporan hingga prosedur penyelesaian sengketa demi mewujudkan Pemilu yang bersih dan transparan melalui fungsi saling kontrol.
Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Bawaslu Kabupaten Sukoharjo dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, komitmen Bawaslu Sukoharjo menjadi fondasi penting lahirnya program akademik yang memadukan teori dan praktik hukum kepemiluan secara komprehensif.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bawaslu Kabupaten Sukoharjo yang sejak awal menjadi mitra strategis Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta dalam merintis dan mengembangkan Kelas Penyelesaian Sengketa Pemilu.
Inisiatif, komitmen, serta sinergi yang dibangun Bawaslu Kabupaten Sukoharjo telah menjadi fondasi penting lahirnya program akademik yang memadukan teori dan praktik penyelesaian sengketa pemilu secara komprehensif." Kata Nashirudin.
Prof. Nashirudin menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi pendorong semangat untuk terus memperkuat pendidikan hukum kepemiluan yang inovatif dan berorientasi pada penguatan demokrasi. Pihaknya berharap kolaborasi ini berlanjut dalam lingkup pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepemiluan.
Bagikan