2000 Petani Sukoharjo Gelar Upacara Swadaya HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 09:44 WIB

Penulis:Kusumawati

Editor:Redaksi

1002019651.jpg
Gabungan Petani Sukoharjo gelar upacara bendera HUT ke 81 RI (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sukoharjo terasa unik dan penuh khidmat. Sebanyak 2.000 petani dari berbagai pelosok daerah memadati Lapangan Desa Pondok, Kecamatan Nguter, pada Senin (17/8/2026) untuk melaksanakan upacara bendera yang sepenuhnya dikelola dan didanai secara swadaya.

​Semangat kemandirian begitu terpancar dalam helatan ini. Seluruh perangkat upacara—mulai dari panitia, pembina, komandan, pengibar bendera, hingga tim paduan suara—merupakan bagian dari kelembagaan petani lokal. Tanpa bergantung pada APBD, kegiatan ini murni digerakkan oleh komitmen bersama lintas komunitas pertanian.

​"Anggaran ini semua dilaksanakan secara swadaya, mandiri dari para petani, dan didukung oleh teman-teman yang mempunyai kepedulian terhadap kegiatan pertanian," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno.

​Bagas menambahkan, pihak pemerintah daerah hanya bertindak sebagai fasilitator dan pendamping. Persiapan teknis pun turut mendapat pengawalan dari unsur TNI dan Polri, sementara ruang utama panggung peringatan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat tani.

​Bertabur Warna Keseharian dan Keaslian Diri

​Tidak ada regulasi seragam khusus dalam upacara tahunan yang baru memasuki edisi kedua ini. Para peserta bebas mengenakan pakaian kerja harian mereka, mulai dari busana tradisional hingga caping dan pakaian khas yang biasa dipakai saat menggarap sawah.

​Keberagaman tersebut justru dipandang sebagai identitas pemersatu. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sukoharjo, Sukirno, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, menyampaikan bahwa kebebasan berbusana ini menunjukkan keaslian serta kerukunan antarpetani di wilayah Sukoharjo.

​Sinergi Lintas Sektor di Tengah Sawah

​Upacara peringatan ini turut melibatkan berbagai wadah kelembagaan, seperti:

  • KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan)
  • P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air)
  • Petani Milenial
  • HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia)
  • ​Pelaku UMKM, pengelola penggilingan padi, hingga pengelola Alas Intan.

​Sejumlah nama pejabat upacara yang bertugas pun hadir mewakili wilayahnya masing-masing:

Pembina Upacara: Sukirno (Ketua KTNA Sukoharjo), ​Komandan Upacara: Sukino (Kecamatan Weru), ​Pembawa Bendera: Ika (Kecamatan Gatak), ​Pengibar Bendera: Dalimo & Sadimin (Kecamatan Nguter). 

​Bagi masyarakat Sukoharjo, momen peringatan kemerdekaan di tengah lapangan desa ini menjadi simbol hidup bahwa gotong royong, nasionalisme, dan optimisme masa depan pertanian Indonesia terus bertunas kuat dari hamparan tanah sawah mereka sendiri.