BPJS ketenagakerjaan
Sabtu, 30 Mei 2026 09:23 WIB
Penulis:Kusumawati
Editor:Redaksi

SOLO (Soloaja.co) — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mematangkan kesiapan ribuan mahasiswanya menjelang penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli–Agustus 2026. Melalui Direktorat Kemahasiswaan, UNS menggelar pembekalan intensif di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS pada Selasa (26/5/2026).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan beban akademik kurikuler. Program ini merupakan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah empati dan menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara langsung, belajar beradaptasi, membangun empati, serta menghadirkan solusi sesuai disiplin ilmu yang dimiliki,” ujar Prof. Dody dalam sambutannya.
Pada periode ini, UNS menerjunkan sebanyak 2.935 mahasiswa yang akan didampingi oleh 110 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mengingat besarnya jumlah personel yang terlibat, Prof. Dody mengingatkan pentingnya kolaborasi, menjaga nama baik almamater, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama di lapangan.
Proteksi Total Jaminan Sosial
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan KKN kali ini. Menyadari tingginya mobilitas dan risiko kerja sosial di lapangan, UNS bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh mahasiswa peserta KKN.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Teguh Wiyono, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN memiliki risiko yang setara dengan tenaga kerja formal saat menjalankan program di lokasi penempatan.
"Saat KKN mahasiswa akan bekerja layaknya pekerja umumnya. Oleh karena itu, keberadaan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan perlindungan diri dari berbagai hal dan risiko yang tidak diinginkan," kata Teguh.
Targetkan KKN Aman dan Lancar
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P., memaparkan bahwa rangkaian pembekalan luring ini diikuti oleh 305 ketua dan perwakilan tim. Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan koordinasi teknis sebelum para mahasiswa resmi diberangkatkan.
Berdasarkan jadwal resmi, ribuan mahasiswa UNS ini akan mulai diterjunkan ke lokasi KKN pada 7 Juli 2026 dan ditarik kembali pada 21 Agustus 2026.
“UNS menargetkan seluruh rangkaian kegiatan KKN dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Pembekalan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk belajar hidup, berinteraksi, dan berkarya bersama masyarakat,” tutur Prof. Joko.
Bagikan