Sering Dianggap Aman, Ini Bahaya Gas Tawa
JAKARTA — Beberapa waktu terakhir, tabung kecil berisi nitrous oxide (N2O) atau gas tawa yang seharusnya untuk membuat whipped cream atau dalam proses pengobatan kini ramai diperbincangkan banyak orang terutama di media sosial.
Warganet menyoroti potensi penyalahgunaan tabung yang berisi nitrous oxide (N2O) atau gas tawa ini. Biasanya, gas nitrous oxide (N2O) digunakan sebagai agen pengembang untuk membuat whipped cream.
Lalu, mengapa tabung gas isi nitrous oxide ini jadi viral dan menuai sorotan? Simak penjelasan berikut ini.
BACA JUGA: Kenali Penyakit Gerd: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Gas Nitrous Oxide yang Digunakan dalam Pembuatan Whipped Cream?

Dilansir dari Miami Magic, nitrous oxide (N2O) adalah gas tidak berwarna, tidak mudah terbakar, serta memiliki aroma dan rasa yang sedikit manis.
Gas nitrous oxide (N2O) sebenarnya sudah lama digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari anestesi medis hingga aplikasi di dunia kuliner, dan sangat efektif untuk membuat whipped cream jadi mengembang.
Ketika nitrous oxide dilepaskan dari tabung kecil (cream charger) ke dalam whipped cream dispenser, gas ini akan larut ke dalam lemak krim kental akibat tekanan tinggi.
Saat krim tersebut dikeluarkan dari alat, tekanan ini akan menurun sehingga gas mengembang dan membentuk gelembung udara kecil.
Gelembung inilah yang membuat whipped cream jadi krim yang ringan dan lembut. Proses ini juga membuat whipped cream jadi lebih stabil dan mampu mempertahankan bentuknya lebih lama daripada krim yang dikocok secara manual.
BACA JUGA: 7 Bahaya Makan Terlalu Cepat, Berat Badan Naik!
Efek Nitrous Oxide atau Gas Tawa

Nitrous oxide (gas tawa) bekerja dengan cara memperlambat kinerja sistem saraf, sehingga menimbulkan rasa tenang dan euforia. Gas ini membantu mengurangi kecemasan serta membuat seseorang merasa lebih nyaman saat menjalani tindakan medis atau perawatan gigi.
Meski memberikan efek menenangkan, gas tawa tidak membuat seseorang tertidur sepenuhnya, sehingga jika digunakan untuk keperluan medis, pasien tetap bisa merespons pertanyaan atau instruksi dari tenaga medis.
Meski disebut “gas tawa”, nitrous oxide tidak selalu membuat orang tertawa. Reaksi setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang tertawa, ada juga yang hanya merasa rileks.
Efek gas tawa muncul dengan cepat. Dalam waktu sekitar tiga hingga lima menit, seseorang dapat merasakan:
- Tenang
- Rileks
- Senang
- Ingin tertawa
- Euforia ringan
- Pusing atau melayang
- Kesemutan di lengan dan kaki
- Rasa berat pada tubuh, seperti tenggelam ke kursi atau meja perawatan
Penyalahgunaan Nitrous Oxide (N2O) untuk Tujuan Rekreasional
Efek menenangkan yang dirasakan setelah menggunakan gas tawa ini mungkin yang membuat sebagian orang memanfaatkan nitrous oxide atau gas tawa untuk mendapatkan efek euforia sesaat.
Namun, seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic, menghirup gas tawa secara sembarangan atau terlalu sering dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius bahkan mengancam nyawa.
Beberapa risiko kesehatan langsung yang dapat terjadi yaitu sebagai berikut:
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Kekurangan oksigen (hipoksia)
- Pingsan
- Serangan jantung
- Kerusakan saraf
Selain itu, penggunaan gas tawa untuk tujuan rekreasional juga meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang, seperti:
- Depresi
- Psikosis
- Gangguan daya ingat
- Kejang atau kejang otot
- Tinnitus (telinga berdenging)
- Mati rasa atau kesemutan, terutama di tangan dan kaki
- Sistem imun melemah
- Cacat lahir, jika digunakan selama kehamilan
BACA JUGA: 26 Produk Kosmetik Berbahaya yang Ditemukan BPOM, Waspada!
Itu tadi beberapa bahaya penyalahgunaan nitrous oxide (N2O) atau gas tawa yang biasanya digunakan untuk pembuatan whipped cream atau proses medis.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 26 Jan 2026
