Revitalisasi Karaton Surakarta Targetkan Rampung Desember
SOLO (Soloaja.co) — Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Karaton Surakarta Hadiningrat resmi memulai program revitalisasi kawasan cagar budaya nasional tersebut.
Langkah awal pengerjaan ditandai dengan sosialisasi yang digelar di Sasana Handrawina Karaton Surakarta, Jumat (17/7/2026). Proyek strategis ini ditargetkan rampung dalam waktu singkat, yakni empat bulan ke depan atau pada Desember 2026.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, SISKS Paku Buwono XIV, serta para Sentana Dalem yang mewakili trah Paku Buwono II hingga Paku Buwono XII. Jajaran Forkopimda dan akademisi juga turut hadir menyaksikan momentum penting ini.
- Penutupan Peksimida Jateng di UNS, Siap Pertahankan Juara Umum di Peksiminas
- Sinergitas TNI-Rakyat: TMMD Regular ke129 Sukoharjo Genjot Pembangunan Masjid
Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., atau Gusti Moeng, menjelaskan bahwa cakupan revitalisasi kali ini sangat luas dan mencakup area di luar maupun di dalam Kedhaton.
"Alhamdulillah, hari ini Karaton Surakarta Hadiningrat bersama Kementerian Kebudayaan mengadakan sosialisasi dimulainya revitalisasi kawasan Karaton Surakarta. Kenapa saya sampaikan kawasan? Karena ini meliputi di luar Kedhaton dan di dalam Karaton," ujar Gusti Moeng saat ditemui pasca-acara.
Pada tahap awal ini, fokus utama perbaikan menyasar dua titik krusial:
* **Kawasan Keputren (Karaton Kulon):** Area penting di sisi barat lingkungan karaton yang sarat nilai sejarah.
* **Museum Karaton Surakarta:** Penataan dan pengembangan ruang pameran dengan standar internasional agar koleksi benda bersejarah dapat disajikan secara modern dan representatif.
- Babak Baru TITD Kwan Sing Bio: Bersatu demi Kedamaian
- BRI KKB Expo Sajikan Promo Kredit Mobil dan Bonus BRIZZI Rp500 Ribu
Mengingat skala proyek yang besar, Gusti Moeng menekankan pentingnya efisiensi waktu. "Waktunya hanya empat bulan, diharapkan nanti Desember selesai," ucapnya optimis.
Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Restu Gunawan menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menjaga warisan budaya bangsa. Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan mempertahankan keaslian fisik bangunan kuno, tetapi juga mengoptimalkan fungsi karaton sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan destinasi wisata sejarah.
Melalui kehadiran museum berstandar internasional dan kawasan Keputren yang tertata, Karaton Surakarta diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara secara lebih luas, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
