Resmikan Cyber Security Hub, Walikota Gibran Berharap Berantas Pinjol Ilegal

Kusumawati - Jumat, 17 Desember 2021 08:33 WIB
Peresmian Cyber Security hub di Solo Technopark

SOLO (Soloaja.co) - Meskipun sudah dilakukan penutupan ratusan pinjol ilegal, namun prakteknya masih ada warga yang menjadi korban.

Disampaikan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, bahwa setiap hari masih ada laporan warga soal kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Gibran pun berkoordinasi dengan polisi untuk menindaklanjuti laporan yang diterimanya dari korban pinjol ilegal itu.

"Setiap hari ada yang laporan soal pinjol (ilegal)," kata Gibran kepada wartawan di sela acara peresmian Cyber Security Hub di Solo Techno Park (STP), Kamis 16 Desember 2021.

Laporan itu diterimanya meskipun beberapa waktu lalu sudah ada pemberantasan pinjol ilegal oleh polisi. Menurutnya, tidak sedikit warga yang awalnya tidak mengetahui apa-apa tetapi juga menjadi korban pinjol.

"Sejak dulu sudah banyak, sebagian besar sudah di-handle Pak Kapolres (Kapolresta Solo), masuknya cyber crime," jelasnya.
"Datanya (warga) digunakan, tahu-tahu dapat tagihan. Saya sering dapat laporan itu di ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) juga di IG (Instagram) banyak banget," ucapnya.

Terkait dengan pinjol, Gibran mengatakan sudah sering menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mulai dari regulasi hingga proteksi bagi para peminjamnya.

Gibran menilai kurangnya edukasi warga juga bisa menjadi penyebabnya. Seperti pemahaman warga mengenai pinjol resmi dan juga tidak resmi.

Gibran pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran pinjol. Sebaiknya, warga memanfaatkan pinjaman dari bank resmi yang saat ini menawarkan bunga yang cukup rendah.

Peresmian Cyber Security Hub di Solotechnopark dilakukan oleh Dirjen Dikti Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng. , Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho S.H.M.Hum dan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming.

Nizam menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas Cyber Security Hub ini merupakan upaya akselerasi pembentukan talenta-talenta digital di bidang keamanan siber. Hal ini dilakukan karena kebutuhan sumber daya manusia di bidang keamanan siber sangat besar namun lulusan dengan kompetensi keamanan siber masih sangat terbatas.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS