Wujudkan Kerukunan Dalam Keberagaman, TITD Kwan Sing Bio Tuban Dilengkapi Patung Buddha Dewa Empat Muka Asli Dari Thailand

Kusumawati - Sabtu, 07 November 2020 17:37 WIB
Patung Buddha Dewa Empat Muka melengkapi TITD Klenteng Kwan Sing Bio Tuban undefined

TUBAN (Soloaja.co) - Pasca dibukanya kembali, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini dilengkapi dengan patung Dewa Empat Muka. Patung Buddha bernama Se Mien Fo itu didatangkan langsung dari Bangkok Thailand.

“Patung Budha 4 Muka ini asli dibawa dari Bangkok. Untuk melengkapi Klenteng Kwan Sing Bio, sebagai wujud Kerukunan dari keberagaman,” ungkap Alim Sugiantoro Ketua Penilik Domisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban, Sabtu 7 Nopember 2020.

Patung Buddha empat muka setinggi 129 centimeter itu berdiri megah di halaman belakang Klenteng. Rencananya bakal diresmikan oleh Bhante Khanit Sannano Mahathera, Biksu asal Thailand, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Se Mien Fo yang jatuh pada tanggal 9 November 2020.

“Orang Indonesia yang tidak bisa ke Bangkok karena Pandemi, maka bisa datang ke Tuban. Karena di Kelenteng sudah ada patung dewa empat muka,” beber Alim Sugiantoro.

Dibangunnya patung dewa itu atas ide dan dipelopori oleh Alim Sugiantoro seorang tokoh agama Khonghucu dan Ketua Pembina Khonghucu di TITD Kwan Sing Bio Tuban. Disampaikan Alim, pembangunan itu sebagai bentuk kerukunan umat dan melengkapi unsur agama yang ada di kelenteng yakni Tri Dharma (Buddha, Tao, dan Khonghucu).

“Kelenteng Kwan Sing Bio itu sudah baku menjadi tempat ibadah Tri Dharma sejak dulu. Itu sudah harga mati. Jadi ketiganya tetap diperhatikan dan dihormati. Jadi tidak boleh di vihara-kan atau di Buddha-kan saja.” tegas Alim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan perbendaan yang ada di kelenteng Tuban ini harus dijadikan contoh untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Sebab, selama ini umat yang datang ke kelenteng yang berasal dari luar daerah sangat menghormati perbedaan.

“Umat kelenteng Tuban harus menjadi contoh yang baik dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama, jika kita tidak rukun maka malu dengan teman-teman luar daerah yang datang ke Tuban,” terangnya.

Sementara itu, dana pembangunan rumah tari, rumah dewa empat muka, dan patung dewa empat muka itu berasal dari sumbangan keluarga Ketua Penilik Domisioner Kelenteng Tuban Alim Sugiantoro, istri Henny Pudji Astuti, dan didukung beberapa pihak keluarga.

Dijadwalkan pula, pada tanggal 8 Nopember, ada peramal Jong Swie Putri Wong Kam Fu, hadir di lokasi patung Se Mien Fok, Kleteng Kwan Sing Bio Tuban.

Bagikan

RELATED NEWS