Waspada Superflu, Dokter RS UNS Bagikan Tips Pencegahannya

Kusumawati - Jumat, 16 Januari 2026 16:24 WIB
dr Brigitta dari RS UNS (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Istilah "Superflu" belakangan menjadi perbincangan hangat menyusul lonjakan kasus influenza musiman varian A(H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menyebut ini bukanlah virus baru, melainkan istilah populer untuk menggambarkan cepatnya penularan virus tersebut.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit (RS) UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P. (K), menjelaskan bahwa Superflu pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025. Hingga akhir tahun lalu, tercatat 62 kasus tersebar di delapan provinsi, dengan temuan tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

"Istilah Superflu populer karena penularannya sangat cepat dan terjadi serentak di banyak negara. Namun, WHO menegaskan tingkat keparahannya tidak lebih tinggi dibandingkan influenza musiman biasa," ujar dr. Brigitta.

Gejala yang muncul serupa dengan flu biasa, seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga tubuh lemas. Penularannya terjadi melalui percikan udara (droplet) atau kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi. Kelompok paling berisiko meliputi balita, lansia, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.

Langkah Pencegahan Efektif

Untuk mengantisipasi penularan, dr. Brigitta menekankan pentingnya langkah preventif melalui:
* Vaksinasi: Imunisasi influenza tahunan sangat direkomendasikan bagi kelompok rentan guna mencegah risiko sakit berat.
* PHBS: Mencuci tangan dengan sabun, menjaga etika batuk/bersin, dan menggunakan masker saat sakit.
* Gaya Hidup Sehat: Istirahat cukup dan konsumsi gizi seimbang untuk menjaga imunitas tubuh.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Jika merasakan gejala flu, disarankan untuk beristirahat di rumah dan menghindari kerumunan. "Segera hubungi fasilitas kesehatan jika muncul gejala berat seperti sesak napas atau tanda-tanda pneumonia," pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS