Wamendes PDTT Lepas 1.444 Mahasiswa KKN UNS di 130 Kabupaten/Kota se Indonesia

Haryo - Selasa, 12 Januari 2021 pukul 18.43
Wamendes PDTT dan Rektor UNS melepas mahasiswa KKN ke 130 kabupaten kota se Indonesia Wamendes PDTT dan Rektor UNS melepas mahasiswa KKN ke 130 kabupaten kota se Indonesia (sumber: UNS)

 

SOLO (Soloaja.co) – Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi, melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari-Februari 2021, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Acara pelepasan yang dilaksanakan secara daring melalui platform _Zoom Cloud Meeting_ tersebut juga dihadiri Rektor UNS, dan perwakilan kepala daerah yang menjadi lokasi KKN, Selasa 12 Januari 2021.

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi, menyampaikan harapan yang besar kepada para mahasiswa KKN UNS agar dapat memberikan kontribusi nyata untuk memajukan desa di Indonesia.

“Untuk mengejar kemajuan bangsa, Indonesia butuh inovasi perguruan tinggi yang diaplikasikan di desa-desa. Program KKN ini sangatlah tepat untuk mewujudkannya,” tutur Budi Arie Setiadi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. Okid Parama Astirin mengatakan, KKN tematik integratif yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 15 Februari 2021 tersebut dikuti oleh 1.444 mahasiswa yang berasal dari 11 fakultas di UNS.

Kegiatan ini juga melibatkan 70 Dosen Pembimbing Lapangan. Seluruh mahasiswa KKN tersebut disebar ke 17 provinsi di Indonesia dengan rincian 6 provinsi dan 106 kabupaten di Pulau Jawa, serta 11 provinsi dan 24 kabupaten di luar Pulau Jawa.

“Sebaran daerah KKN ditentukan atas dasar domisili mahasiswa KKN masing-masing. Hal ini supaya mahasiswa dapat lebih mudah menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan warga setempat. Dengan mempertimbangkan kondisi sekarang, KKN periode ini akan digelar secara daring dan luring,” terang Prof. Okid.

Pada acara ini, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar selalu menaati imbauan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Adanya pandemi bukan berarti kita harus berdiam diri di rumah dan berhenti beraktivitas. Justru dengan pandemi ini kita bisa berinovasi dan berkarya dengan cara mengekplorasi ide-ide kreatif untuk memberikan kontribusi nyata yang dibutuhkan masyarakat sekitar kita,” ujar Prof. Jamal yang dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa KKN pada kepala daerah yang menjadi lokasi KKN.

Diantaranya, Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono dan perwakilan dari Bupati Sukoharjo, Sukito. Keduanya menyatakan dengan tegas siap menerima dan memfasilitasi para mahasiswa KKN UNS di daerahnya.