Walikota Respati : Sri Kayu Furni Fest 2026, UMKM Solo Menuju Pasar Global

Kusumawati - Sabtu, 04 Juli 2026 20:28 WIB
Walikota Surakarta Respati (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) — Komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat sektor industri kreatif kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Sri Kayu Furni Fest 2026. Festival yang mengusung tema "Smart and Sustainable Living" tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada Sabtu (4/7).

Agenda strategis ini digelar hingga Senin (6/7) di Sentra IKM Mebel Sri Kayu Gilingan, Jalan Ahmad Yani, Banjarsari, Surakarta. Acara ini dirancang untuk memperkuat ekosistem industri furnitur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis inovasi yang berdaya saing global.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi, menjelaskan bahwa festival tiga hari ini bertujuan mempromosikan Sentra IKM Sri Kayu dan memberikan edukasi proses produksi kepada masyarakat. Sentra ini dilengkapi 18 unit mesin produksi modern dengan teknologi terlengkap di Jawa Tengah, yang mampu menghasilkan produk mebel ornamen berstandar internasional.

Lebih lanjut, Agung menambahkan bahwa Sri Kayu Furni Fest 2026 juga berfungsi sebagai jembatan pendukung menuju Indonesia Interior and Furniture Expo (INTERFEX) 2026 yang berlangsung di Terminal Tirtonadi pada 5-8 Juli.

Para peserta INTERFEX, termasuk dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Komunitas Interior Indonesia, dan Komunitas Kehutanan Indonesia, dijadwalkan berkunjung ke Sentra Sri Kayu untuk menyelaraskan kebutuhan pengadaan barang dan jasa interior nasional.

Dalam sambutannya, Wali Kota Respati Ardi menegaskan bahwa perkembangan industri mebel saat ini menghadapi tantangan kompleks. Persaingan pasar global kini tidak hanya ditentukan oleh kualitas kayu, melainkan juga kemampuan pelaku usaha dalam menciptakan desain modern yang efisien, memanfaatkan teknologi digital, serta menerapkan prinsip ramah lingkungan.

"Ke depan, industri furnitur tidak hanya berbicara mengenai kualitas kayu ataupun kekuatan konstruksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan efisiensi, estetika, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan," ungkap Respati Ardi.

Respati optimistis Surakarta memiliki modal besar berkat tradisi kuat kerajinan kayu yang diwariskan turun-temurun. Melalui festival ini, Pemkot Surakarta terus berkomitmen memfasilitasi sertifikasi produk, pelatihan SDM, pendampingan digitalisasi, hingga perluasan akses pembiayaan agar pelaku UMKM mebel lokal naik kelas dan mampu menembus pasar internasional.

Sri Kayu Furni Fest 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan interaktif. Mulai dari kompetisi, demonstrasi produksi, tur edukasi ke area pabrik, pameran produk ekonomi kreatif Pasar Kuningan, hingga temu bisnis antara pelaku industri, akademisi, desainer interior, dan investor.

Ketua Panitia Sri Kayu Fest 2026, Awang Herawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini menghadirkan beragam kegiatan menarik yang melibatkan pelaku industri hingga generasi muda kreatif.

Beberapa rangkaian kegiatan yang digelar antara lain pameran furnitur dan produk kayu unggulan, talkshow dan diskusi industri kreatif, workshop untuk pengusaha pemula furnitur, pameran karya furnitur, factory visit, hingga berbagai aktivitas interaktif dan hiburan.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Sri Kayu Furni Fest 2026 diharapkan mampu menjadi katalis strategis dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kesadaran publik terhadap produk lokal menuju kancah global.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS