Walikota Gibran Siap Buka Bioskop dan Gedung Pertunjukan, BRM Kusumo Putro Mengapresiasi, Dunia Seni Budaya Solo Bergairah

Kusumawati -Selasa, 09 Maret 2021 06:23 WIB
BRM Kusumo Putro, Ketua Forum Budaya Mataram dan Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI). (sumber: Istimewa)
SOLO (Soloaja.co) - Rencana Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka bersiap membuka kembali sejumlah tempat hiburan, seperti Bioskop, Gedung Wayang Orang dan Gedung Ketoprak, mendapat respon positif dari Ketua Forum Budaya Mataram (FBR) BRM Kusumo Putro. Hal tersebut dinilai akan menggerakkan banyak sektor, khususnya perekonomian masyarakat, dengan bergairahnya kembali dunia seni budaya Solo.
 
"Senang sekali Walikota Solo merespon cepat keinginan masyarakat untuk membuka tempat hiburan dan seni budaya. Karena tidak semata menggerakkan roda perekonomian bagi warga yang menggantungkan hidup dari dunia seni hiburan, tapi akan memberikan banyak manfaat lain." Kata Kusumo Putro, pada awak media Senin 8 Maret 2021.
 
Dikatakan Kusumo, selama ini masyarakat selalu ditekan untuk menjaga kesehatan untuk menghindari terpapar covid19, tapi tanpa disadari ada jiwa yang tertekan. Masyarakat butuh hiburan untuk menyeimbangkan jiwa, yang efeknya bisa menaikkan imun tubuh. 
 
"Jangan biarkan seni budaya dan hiburan tidur terlalu lama, bisa bisa menimbulkan efek yang berkepanjangan, khususnya untuk seni budaya tradisional bisa jadi akan dilupakan. Sedikit demi sedikit kran seni budaya harus dibuka. Kalaupun harus dengan protokol ketat tidak masalah, masyarakat sudah terbiasa dengan protokol kesehatan," tegas Kusumo yang juga Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI).
 
Kusumo mengaku miris saat mendapati banyak pelaku seni, khususnya seni tradisional yang tidak bisa bekerja mendapatkan nafkah. Apalagi Solo merupakan gudangnya seni budaya. Ada banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari seni. Berbagai seni, seperti tari, pertunjukan, lukis, lagu, musik dan lainnya.
 
"Kemarin saya sempat ngudoroso soal kondisi Gedung Wayang Orang Sriwedari yang kian merana. Dan minta pemerintah baik Pemkot Surakarta maupun pusat, agar memperhatikan dan membangunnya menjadi lebih baik. Juga harapan kami warga Solo memiliki Gedung Kesenian yang madai dan modern. Kini ada secercah harapan saat walikota mulai memberanikan diri mengambil keputusan untuk membuka ruang publik seni budaya," ungkap Kusumo. 
 
Kusumo pun mengaku tak lelah untuk terus menyerukan harapannya menjadikan Solo sebagai pusat kebudayaan, dimana berbagai seni budaya bisa tumbuh subur di kota Solo.
Bagikan:

RELATED NEWS