Vitara Pimpin ASITA Surakarta, Bidik Pasar Company Outing
SOLO (Soloaja.co) — Estafet kepemimpinan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Surakarta resmi berganti. Vitara Ariyani dari Mandira Tour resmi dilantik sebagai Ketua ASITA Surakarta periode 2026-2028 oleh Ketua DPD ASITA Jawa Tengah di The Royal Surakarta Heritage, Rabu (4/2/2026).
Pelantikan ini dihadiri langsung oleh Walikota Surakarta, Respati Ardi, yang menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan pariwisata budaya sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Fokus Event Unggulan dan Fasilitas Umum
Walikota Respati Ardi menyatakan akan melakukan penyesuaian terhadap kalender wisata dengan menghadirkan flagship event atau acara unggulan yang menjadi sorotan utama (spotlight).
- Dukung Literasi Digital, KKN-Dik UMS Kenalkan Website BUDI
- LAPAAN RI: SK Kades Berjo Tidak Sah, BUMDes Harus Dibekukan!
"Kami tidak ingin terlalu banyak event tapi dampaknya kecil. Kami akan fokus pada flagship event seperti Grebeg Sudiro, Solo Menari, dan Solo Keroncong Festival agar memberikan efek multiplier ekonomi yang nyata," ujar Respati.
Selain fokus pada acara, Respati juga menjamin keamanan, bebas pungli, serta peningkatan fasilitas umum. "Tahun ini kami akan me-remix toilet di pasar wisata seperti Pasar Klewer dan meningkatkan pengelolaan sampah agar Solo tetap nyaman bagi wisatawan," tambahnya.
Tantangan Transformasi Digital dan Pasar Baru
Ketua ASITA Surakarta terpilih, Vitara Ariyani, mengungkapkan bahwa tantangan ke depan adalah membawa ASITA Surakarta melampaui promosi lokal. Dengan anggota yang mencakup wilayah Subosukawonosraten (Solo Raya), ASITA berkomitmen menyusun paket wisata terintegrasi antar kabupaten.
"Promosi sekarang harus mengikuti tren digital. Kami akan mengadakan pelatihan medsos bagi anggota agar jangkauan pasar kita bisa sampai ke luar negeri," kata Vitara.
- Status PBI JK Dinonaktifkan? Ini Cara Mengaktifkan Kembali
- Rayakan Cinta, Imlek, Ramadhan Promo Februari Alila Solo
Terkait strategi bisnis di tengah efisiensi anggaran pemerintah, Vitara tetap optimis dengan membidik segmen pasar di luar kedinasan. Salah satu target utamanya adalah pasar korporasi (company outing) dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
"Selama ini pilihan utama perusahaan adalah Bali atau Jogja. Kami ingin menawarkan Solo sebagai alternatif utama untuk kegiatan meeting, outbound, hingga workshop seperti painting. Solo tidak kalah dengan Jogja atau Bali jika dikemas dengan baik," tegasnya.
Tantangan dari Walikota
kesempatan tersebut, Walikota Respati Ardi juga melontarkan tantangan bagi pengurus ASITA yang baru untuk mempresentasikan proyek kolaborasi yang bisa difasilitasi oleh Pemerintah Kota.
"Kami ditantang Bapak Walikota untuk membuat proyek yang bisa dikerjasamakan. Kami akan segera rangkum dan presentasikan hasilnya dalam waktu dekat," tutup Vitara.
