Video Edukasi Pencegahan Stunting Karya Mahasiswa FK UNS Sukses Raih Juara 1 Nasional

Kusumawati - Selasa, 15 Februari 2022 14:17 WIB
Karya mahasiswa FK UNS menang dalam kompetisi video yang digelar Staf Kepresidenan

SOLO (Soloaja.co) - Video karya tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih juara dalam Health Video Competition.

Lomba video kreatif tersebut diselenggarakan oleh Gerakan Sosial Cegah Stunting, sebuah gerakan yang diusung oleh Kantor Staf Presiden (KSP) RI.

Tim mahasiswa UNS keluar sebagai juara 1 dalam kompetisi ini. Ketiga mahasiswa UNS tersebuadalakarya dari Reza Pahlevi Prastawa, Elizabeth Yuaninda, dan Marsa Zaidan. Mereka berhasil menjadi yang terbaik dari 20 tim yang turut ikut serta.

Gelaran kompetisi oleh Gerakan Sosial Cegah Stunting turut menggandeng AMSA dan CIMSA Indonesia, organisasi mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia. Tema kompetisi saat itu adalah "Nutrition - Good Nutrition for A Better Generation".

Reza menjelaskan, keikutsertaan mereka dalam kompetisi ini bukan semata meraih juara. Namun, ini didasari atas kepedulian terhadap permasalahan stunting.

“Tidak hanya untuk mencari kemenangan, tapi juga bagaimana bisa didengarkan oleh masyarakat dengan mudah. Dengan tersentuh. Bagaimana (masyarakat) bisa terenyuh ketika melihat videonya,” terang Reza, Selasa 15 Februari 2022.

Tim mahasiswa UNS mencoba memberikan pemahaman mudah mengenai pentingnya menjaga kesehatan terutama pada anak yang baru lahir. Beragam hal mereka sampaikan kepada masyarakat dalam video ini. Berangkat dari definisi stunting, penyebab stunting, prevalensi, peran orang tua dalam menjaga gizi anak, serta langkah konkret dalam pencegahan stunting itu sendiri.

Dibuatnya video ini tentu mengusung pesan tersendiri pagi pemirsanya. Bukan hanya sebagai mahasiswa, Reza dan rekan-rekannya berusaha menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan gagasan soal permasalahan stunting agar lebih dipahami secara luas.

“Kami mengikuti lomba karena ini kolaborasi dari KSP yang mana merupakan stakeholder ataupun pemerintah yang sangat dekat dan sangat-sangat kita harapkan untuk mendengarkan suara dari pemuda ataupun mahasiswa mengenai stunting ini,” tutur Reza.

Menurut reza, sosialisasi yang telah berjalan baik dari pemerintah hingga tenaga kesehatan jangan sampai terhenti di situ saja. Para mahasiswa khususnya di bidang ilmu kesehatan turut memiliki andil dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Peran kita sebagai pemuda, sekaligus mahasiswa kesehatan, juga penting untuk menyuarakan dan membantu orang-orang atau pihak-pihak yang sudah peduli dengan permasalahan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS