“Tumurun” Mahasiswa ISI Surakarta Raih Prestasi di JFW 2027
SOLO (Soloaja.co) – Mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Saifudin Aulya Akhsan, mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional.
Desainer muda asal Sragen ini sukses menyabet Juara 2 Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 melalui karya bertajuk "TUMURUN".
- Bupati Wonogiri Lindungi 1.580 Pekerja Rentan melalui Program Jamsostek
- UNS Raih Penghargaan International QS Recognition Award
Dalam ajang bergengsi yang diikuti 148 peserta se-Indonesia tersebut, Akhsan memukau para juri lewat eksplorasi kain tradisional Gedog Tuban. Wastra bernilai sejarah itu dirancang menjadi busana pria kontemporer yang modern tanpa menanggalkan akar budaya Nusantara.
Dosen Pembimbing Prestasi ISI Surakarta, Syarifah Nur Hajja, M.Sn., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian anak didiknya. Menurutnya, inovasi ini membuktikan kain tradisional memiliki daya saing kuat di industri mode modern.
"Kami berharap pencapaian Akhsan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan membawa identitas budaya Indonesia ke panggung fesyen yang lebih luas," tutur Syarifah.
- Direktur ASC UI Dorong Pembentukan RUU Anti-Spionase, Cegah Intervensi Asing
- Dhaup Ageng Mangkunegaran Dimulai, Gusti Sura Jalani Sungkeman dan Sengkeran
Hal senada diungkapkan Kaprodi Desain Mode Batik ISI Surakarta, Agung Cahyana. Keberhasilan ini menegaskan kapasitas mahasiswa ISI Surakarta dalam melahirkan desainer yang inovatif dan profesional.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi FSRD ISI Surakarta sebagai pusat pendidikan seni dan desain yang konsisten berkontribusi bagi ekosistem industri kreatif nasional.
