Transformasi Digital: IFP Dorong Belajar Lebih Interaktif di SD Muhammadiyah 1

Kusumawati - Rabu, 22 April 2026 15:48 WIB
Transformasi Digital: IFP Dorong Belajar Lebih Interaktif di SD Muhammadiyah 1 (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas kini menjadi mesin penggerak terciptanya suasana pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berkemajuan. Inovasi teknologi ini menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di era modern, Rabu (22/4/2026).

Integrasi teknologi IFP diharapkan mampu membuat peserta didik tidak sekadar memahami materi secara pasif, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih aktif dan mandiri. Hal ini terlihat nyata dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah model SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Dalam praktik di kelas III, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Dwi Jatmiko, mengolaborasikan alat peraga manual dengan layar sentuh IFP untuk menjelaskan QS At-Tin. Materi mengenai penciptaan manusia serta pentingnya iman dan amal baik disajikan dengan cara yang lebih segar.

"Anak-anak mengaku lebih antusias belajar PAI dan Bahasa Arab karena materi disajikan secara visual dan interaktif," ujar Jatmiko.

Keunggulan IFP terletak pada kemudahannya bagi guru dalam mengakses berbagai sumber belajar dalam satu perangkat, mulai dari video edukasi, simulasi, hingga materi presentasi yang terintegrasi.

Selain itu, perangkat Smart TV ini juga sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui media visual.

Keterlibatan langsung menjadi daya tarik utama bagi para siswa yang bersekolah di Jalan Kartini ini. Mereka dapat menyentuh, menulis, hingga menggeser objek langsung di layar.

"Ada keterlibatan langsung dari anak-anak. Terkadang mereka bahkan lebih dulu tahu terkait tren permainan edukasi di IFP dan mengusulkan kepada guru untuk dicoba bersama di kelas," imbuhnya.

Manfaat ini dirasakan langsung oleh Arsakha Zakir Alghifari, siswa kelas 3D. Ia mengaku proses belajar menjadi jauh lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

"Belajar dengan IFP lebih menyenangkan dan sangat membantu saya dalam menjawab soal-soal PAI maupun Bahasa Arab," ungkap Arsakha dengan antusias.Dengan dukungan teknologi ini, pembelajaran PAI tidak hanya berhenti pada pemahaman kognitif, tetapi juga berhasil meningkatkan keterlibatan emosional dan pembentukan karakter peserta didik sejak dini.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS