Tradisi Grebeg Besar Karaton Surakarta Ngalap Berkah Gunungan Jaler Estri
SOLO (Soloaja.co) — Karaton Surakarta Hadiningrat kembali menggelar upacara adat Grebeg Besar dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026). Prosesi tahunan ini dimeriahkan dengan kirab sepasang Gunungan dan pembagian nasi berkat dalam jodhang kepada masyarakat.
Prosesi Grebeg diawali dengan pelepasan kirab dari depan Sasono Handrawina Karaton Surakarta oleh SISKS Pakoe Boewono (PB) XIV Hangabehi yang didampingi oleh kerabat dan pengageng keraton pada pukul 10.00 WIB.
Rombongan kemudian berarak menuju Masjid Agung Surakarta dengan dikawal pasukan korps musik, pembawa Gunungan Jaler dan Gunungan Estri, pembawa jodhang berisi nasi berkat, pembawa gamelan, serta barisan prajurit dan Abdi Dalem.
- Al-Azhar Syifa Budi Solo Salurkan 1.500 Paket Daging Kurban
- Viral Konten Pocong, Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi
Setelah tiba di Masjid Agung, perwakilan keraton dan ulama masjid melakukan doa bersama sebagai wujud rasa syukur. Tak berselang lama, kedua gunungan tersebut diperebutkan oleh ribuan warga yang telah memadati halaman masjid. Aksi *ngalap berkah* ini berjalan tertib di bawah penjagaan ketat petugas keamanan.
Salah seorang warga asal Sragen, Sulastri, mengaku sengaja datang demi mendapatkan bagian dari gunungan tersebut.
"Ini ngalap berkah. Nanti sayur dari gunungan ini dimasak di rumah untuk berkah keselamatan dan rezeki yang baik," ujar Sulastri yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang.
Pengangeng Sasana Wilapa Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menjelaskan bahwa tradisi Grebeg Besar merupakan simbol kemakmuran dan keselamatan yang telah diwariskan turun-temurun sejak masa Pakubuwono XII.
- FK UMS Dukung Akselerasi Eliminasi Kusta Nasional
- JSN Salurkan 11 Hewan Qurban Untuk warga Sepanjang Tol Solo - Ngawi
"Karaton Surakarta terus menjaga tradisi ini. Gunungan Estri dan Gunungan Jaler adalah simbol kemakmuran serta doa untuk membuang hal buruk dan membersihkan rezeki kita," ungkap Gusti Moeng.
Selain prosesi adat, rangkaian Grebeg Besar kali ini juga dimeriahkan dengan kegiatan pelayanan kesehatan gratis di Pagelaran Karaton Surakarta mulai pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan puskesmas setempat. PB XIV bersama para Abdi Dalem pun tampak ikut serta melakukan pemeriksaan kesehatan fisik.
"Alhamdulillah hasil pemeriksaan baik dan sehat," tutur PB XIV.
Seluruh rangkaian tradisi Grebeg Besar Iduladha ini kemudian ditutup dengan pembagian daging kurban dari pihak Karaton Surakarta kepada warga masyarakat serta para Abdi Dalem.
