Trabas Rescue Dukung Dapur Umum Grogol Siapkan 6.000 Porsi Sehari

Kusumawati - Kamis, 16 April 2026 14:59 WIB
Relawan dapur umum di Kantor Kecamatan Grogol Sukoharjo (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Salah satu penanganan bencana banjir yang terjadi di Sukoharjo adalah keberadaan dapur umum, yang menjadi penopang makan korban terdampak banjir. Baik untuk korban yang mengungsi maupun korban yang bertahan di rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sukoharjo mengkoordinasi sejumlah pihak diantaranya Dinas Sosial, Baznas melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB), Tim SAR, PMI TTNI-Polri hingga kelompok relawan dalam penyediaan dapur umum.

Mulai Rabu pagi, tim mulai bergerak menyediakan dapur umum di Kantor Kecamatan Grogol Sukoharjo.

Dalam sehari, tim dapur umum ini memiliki misi besar: memastikan tiga kali waktu makan terpenuhi untuk warga terdampak banjir. Sekali masak, sebanyak 2.000 bungkus disiapkan untuk didistribusikan ke berbagai titik.

Salah satu tulang punggung dalam operasional ini adalah Trabas Rescue Soloraya. Mereka menerjunkan 12 anggota inti beserta "senjata" andalan berupa armada bus khusus dapur umum yang dirancang untuk mobilitas tinggi dan produksi masif.

"Dalam sehari ada tiga kali distribusi. Jadi total ada 6.000 porsi yang kita siapkan untuk warga," ujar Sekretaris Trabas Rescue, Wartono, mewakili Ketua Trabas, Sumarno, Kamis (16/4/2026).

Operasional dapur umum ini diperkuat oleh sedikitnya 200 personel gabungan yang terdiri dari relawan, potensi SAR, serta jajaran TNI dan POLRI. Mereka bekerja dalam shift panjang, mulai dari proses meracik bumbu, memasak, hingga memastikan logistik menjangkau titik-titik tersulit yang masih terisolasi air.

Koordinator Lapangan Trabas Rescue, Jiyo, menambahkan bahwa dukungan teknis terus mengalir guna mempercepat proses produksi. Pada Rabu malam, TNI mengirimkan bantuan tambahan berupa tenda peleton dan peralatan masak ekstra ke lokasi.

"Tambahan alat masak ini sangat krusial agar target 6.000 porsi sehari dapat tercapai tepat waktu. Setiap menit sangat berharga bagi warga yang menunggu bantuan," kata Jiyo.

Melalui dedikasi para relawan ini, diharapkan kebutuhan dasar warga tetap terjamin meski di tengah keterbatasan. "Di balik setiap bungkus nasi, ada tetesan keringat ratusan relawan. Kami ingin memastikan dalam kondisi sulit ini, tak boleh ada satu pun warga yang kelaparan," pungkasnya.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS