TMMD Sengkuyung II 2026 Desa Genengsari, Bangun Dua Jembatan Beton

Kusumawati - Rabu, 22 April 2026 15:34 WIB
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo saat Pembukaan TMMD sengkuyung tahap II 2026 Kodim 0726/Sukoharjo di desa Genengsari Polokarto (Soloaja)

SUKOHARJO (Soloaja.co) – Masyarakat desa Genengsari kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo sangat bergembira, sebentar lagi mereka punya jembatan beton penghubung desa dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Warga tak lagi kuatir jatuh, pasalnya selama ini mereka menggunakan jembatan sesek untuk menyeberangi sungai. Selain mempersingkat waktu juga sangat aman untuk warga khususnya anak anak yang menyeberang.

Pembangunan jembatan resmi dimulai ditandai dengan Upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan desa setempat dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, bersama jajaran Forkopimda, Rabu (22/04).

Saat membuka TMMD, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo menekankan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan nonfisik.

“TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur seperti jalan atau jembatan, tetapi merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran program ini diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Eko Sapto Purnomo.

Sasaran fisik dalam TMMD tahap kedua ini meliputi pembangunan dua unit jembatan, dua titik talut jalan, serta rehabilitasi jalan makadam. Secara rinci, Jembatan I dibangun dengan dimensi 6 x 3,5 meter, sedangkan Jembatan II berukuran 4 x 3,5 meter. Selain itu, terdapat pembangunan talut jalan dengan total panjang mencapai lebih dari 300 meter untuk memperkuat struktur akses transportasi warga.

Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Syahputra melalui Kasdim 0726/Sukoharjo, Mayor Inf Moch Aziz Yuli Anshory, menegaskan bahwa seluruh personel berkomitmen menyelesaikan target selama 30 hari ke depan. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jembatan menjadi prioritas untuk meningkatkan aksesibilitas distribusi hasil pertanian di wilayah Polokarto.

Selain infrastruktur, TMMD kali ini juga membawa misi sosial melalui berbagai penyuluhan. Di antaranya adalah pembinaan wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, sosialisasi kesehatan untuk pencegahan stunting, hingga pelayanan administrasi kependudukan. Melalui semangat gotong royong ini, diharapkan masyarakat semakin berdaya dan mampu mengelola potensi desa secara berkelanjutan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS