Tips Hemat BBM Saat Krisis Energi

Redaksi Daerah - Selasa, 03 Maret 2026 09:12 WIB
Tips Hemat Saat Harga BBM Naik, Solusi Dampak Perang AS-Iran (trenasia.com)

JAKARTA - Di tengah memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, salah satu konsekuensi paling besar yang dikhawatirkan adalah terjadinya krisis energi. Situasi ini berpotensi menekan pasokan minyak mentah global dan mendorong lonjakan harga secara signifikan.

Pasalnya, konflik berlangsung di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat produksi sekaligus jalur distribusi utama minyak dunia. Ketidakstabilan di wilayah tersebut dinilai dapat mengganggu rantai pasok energi secara global.

Pada Minggu, 1 Maret 2026, Iran bahkan secara resmi menutup jalur strategis Selat Hormuz, rute yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga memperbesar risiko terganggunya suplai energi internasional.

Jika gangguan pasokan terjadi, harga minyak bisa melonjak tajam, bahkan menembus level US$100 per barel. Melansir dari MEMO, Senin, 2 Maret 2026, lonjakan harga minyak berimplikasi langsung pada berbagai sektor ekonomi. Sebagai negara pengimpor minyak mentah, Indonesia akan berada dalam posisi rentan menghadapi kenaikan biaya energi.

Bagi Indonesia, tentunya pemerintah kemungkinan besar akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap tekanan global dan pembengkakan subsidi yang dikhawatirkan memberatkan anggaran negara.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diimbau untuk menyikapi kebijakan jika pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM secara bijak dan strategis. Kenaikan harga BBM dilakukan dalam upaya membuat subsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi pembengkakan alokasi subsidi yang tidak efisien.

Selama kondisi kian memburuk, maka kenaikan harga BBM dan pasokan energi lainya kemungkinan besar akan mengalami peningkatan secara signifikan. Maka dari itu, masyarakat harus bersikap siaga dan hemat untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Film Iran yang Menarik untuk Ditonton

Untuk mempersiapkan seluruh hal tersebut, masyarakat dianjurkan menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang bijak agar tekanan biaya hidup tidak mengikis kapasitas ekonomi keluarga. Melansir dari DJKN Kemenkeu, Senin, 2 Maret 2026, adapun hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat khususnya generasi muda yaitu sebagai berikut.

Cara Hemat Saat Harga BBM Naik Akibat Perang AS-Iran

1. Tingkatkan budaya hemat

Langkah hidup hemat. Sumber: Disperkimta Buleleng

Salah satu cara paling mendasar untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM adalah dengan menekan pengeluaran konsumtif. Misalnya, mengganti kebiasaan jajan di luar dengan memasak di rumah, mengurangi pembelian barang yang tidak penting, atau bahkan menunda pembelian barang sekunder seperti pakaian dan gadget. Gaya hidup hemat ini dapat membantu menjaga anggaran bulanan tetap stabil meskipun harga energi naik secara drastis.

2. Optimalkan penggunaan transportasi umum

Pengeluaran terbesar yang dipengaruhi kenaikan BBM kerap datang dari biaya transportasi. Dalam hal ini, aktivitas harian yang dilakukan dengan menggunakan transportasi pribadi dapat diminimalisir melalui penggunaan transportasi umum.

Jika ingin hemat dan sehat, masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan bersepeda atau berjalan kaki untuk menekan pengeluaran bahan bakar secara signifikan.

3. Kurangi aktivitas keluar rumah yang tidak penting

Aktivitas foya-foya di luar rumah. Sumbe: Wahdah Inspirasi Zakat.

Saat harga BBM, usahakan untuk menghindari aktivitas yang dilakukan di luar rumah, seperti road trip atau melakukan perjalanan jauh. Selain biaya bahan bakar yang bertambah, kenaikan harga energi juga berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Jika kondisi geopolitik global memanas dan memengaruhi stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat bisa ikut tertekan.

Oleh karena itu, masyarakat harus pintar menyusun ulang prioritas pengeluaran dan memastikan setiap aktivitas yang dilakukan memiliki nilai urgensi.

4. Perkuat solidaritas dan gotong royong

Di tengah tekanan ekonomi, semangat solidaritas menjadi kunci ketahanan bersama. Untuk mendukung aktivitas harian, masyarakat dapat memanfaatkan kendaraan bersama keluarga maupun kerabat. Hal ini cukup efektif untuk meringankan beban satu sama lain dan memangkas biaya pembelian BBM yang biasa dilakukan secara pribadi.

Tips ini bertujuan membantu masyarakat terutama generasi muda dan pekerja awal karier dalam merespons kenaikan harga BBM dengan cara yang terukur, produktif dan optimis menghadapi tantangan biaya hidup yang meningkat. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, tekanan biaya harian dapat diminimalkan secara tepat dan penuh hati-hati.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 03 Mar 2026

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 03 Mar 2026

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS