Tingkatkan Kompetensi Guru, Telkom Gelar Pelatihan AI untuk SMA dan SMK

Kusumawati - Senin, 04 Mei 2026 16:23 WIB
Telkom Gelar Pelatihan AI untuk SMA dan SMK di Yogyakarta (Soloaja)

YOGYAKARTA (Soloaja.co) – Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai merambah dunia pendidikan. Menanggapi fenomena tersebut, PT Telkom Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menginisiasi pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi para tenaga pendidik di Yogyakarta.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Badan Diklat DIY, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, serta Badan Kepegawaian Daerah DIY ini berfokus pada pemanfaatan AI secara tepat guna. Pelatihan ini ditujukan khusus bagi guru tingkat SMA dan SMK guna meningkatkan kreativitas dalam proses belajar mengajar.

Manager Business Service Witel Yogyakarta Jateng Selatan, Murtado, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan pemahaman teknologi di kalangan guru. Masih banyak tenaga pendidik yang belum memahami cara mengoperasikan tool AI secara efektif untuk mendukung kegiatan di kelas.

“Pelatihan pemanfaatan AI ini ditargetkan diikuti oleh 400 guru yang dibagi ke dalam empat batch. Pelaksanaan dimulai pada 4 Mei hingga 18 Mei 2026, dengan durasi kegiatan dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB,” ujar Murtado saat chttn q16 keterangan di Yogyakarta, Senin (4/5/2026).

Materi yang diberikan dalam workshop ini dirancang sangat komprehensif, mulai dari pengantar AI dalam pendidikan, pengenalan tool khusus guru, hingga teknik membuat prompt atau instruksi AI yang efektif. Selain itu, para guru dibekali kemampuan teknis untuk menyusun soal evaluasi, materi pembelajaran, dan media berbasis digital secara cepat namun tetap mengedepankan etika pendidikan.

Metode pelatihan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendengarkan presentasi materi dan demonstrasi penggunaan, tetapi juga diwajibkan melakukan diskusi serta mengerjakan proyek pembuatan materi pembelajaran secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, penggunaan AI diharapkan tidak sekadar menjadi tren, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan kompetensi guru. Dengan pemanfaatan teknologi digital yang optimal, dunia pendidikan di Yogyakarta diharapkan mampu mencetak lulusan yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS