Tim P2M UMS Gandeng LLHPB PWA Jateng Perkuat Kesiagaan Bencana

Kusumawati - Minggu, 04 Oktober 2026 14:54 WIB
Pemberian kenang-kenangan dari tim P2M UMS kepada peserta TOT (Soloaja)

SOLO (SOLOAJA.ID) – Pemahaman mengenai penanggulangan dan mitigasi bencana sering kali masih didominasi kaum laki-laki, sementara ruang belajar bagi perempuan masih terbatas. Kondisi ini mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan ruang penguatan kapasitas khusus bagi kader Aisyiyah se-Jawa Tengah.

Tim P2M UMS berkolaborasi dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah menggelar Training of Trainer (TOT) relawan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Aisyiyah Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pesantren Mahasiswa (Pesma) UMS pada Sabtu (3/10/2026).

Tim P2M UMS diketuai oleh Koesoemo Ratih, S.Pd., M.Hum., Ph.D., dengan anggota Suni Tuti, S.P., M.A.P., Dra. Muamaroh, Ph.D., Dra. Lilik Tri Prihatini, Dr. Choirun Nisa, M.Pd., Chanyanita Sekar Wijaya, S.KM., M.K.M., dan Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd. Program ini berfokus pada penguatan pengelolaan kapasitas kader Aisyiyah dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Ketua Tim P2M UMS, Koesoemo Ratih, mengungkapkan alasan utama menjalin kerja sama dengan LLHPB PWA Jawa Tengah karena mayoritas kader Aisyiyah belum pernah mendapatkan pelatihan intensif terkait penanggulangan bencana.

Dari total 121 peserta yang hadir, hanya lima orang yang tercatat pernah mengikuti pelatihan TOT serupa. Hal ini menunjukkan masih banyaknya kader Aisyiyah yang memerlukan pemahaman secara mendalam mengenai mitigasi bencana.

Ia menegaskan penguatan kapasitas SPAB sangat krusial mengingat lansia dan balita kerap menjadi kelompok paling terdampak saat bencana alam terjadi. Sektor penanganan lansia dan anak-anak inilah yang menjadi fokus perhatian LLHPB Aisyiyah.

Meskipun di setiap lokasi bencana telah ditangani oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah tetap memegang peranan penting untuk berkolaborasi, terutama dalam pengelolaan dapur umum serta pendampingan lansia dan balita.

Selain menyasar kader Aisyiyah secara umum, program ini juga mendorong kemandirian para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Para pendidik diajak memahami alur pengamanan dan penanggulangan bencana di lingkungan sekolah.

Langkah tersebut dinilai penting karena sejumlah sekolah Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di Jawa Tengah berada di wilayah yang rentan bencana. Minimnya pemahaman prosedur operasional standar (SOP) penanggulangan bencana dapat membuat siswa kesulitan memahami instruksi penyelamatan diri saat keadaan darurat.

Melalui program P2M yang berkolaborasi dengan LLHPB PWA Jawa Tengah ini, UMS berkomitmen terus mendorong penguatan kapasitas kader persyarikatan dalam mengembangkan serta menyebarluaskan gerakan sosial Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌