Siswa SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Tatah Wayang di Bandung

Kusumawati - Minggu, 12 April 2026 14:22 WIB
Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat belajar tatah Sungging di Bantul (Soloaja)

BANTUL (Soloaja.co) – Sebanyak 83 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo melakukan kunjungan edukatif ke sentra pembuatan wayang kulit milik maestro Suprih di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (6/4/2026).

Kegiatan bertajuk Cultural Creation: Learning to Creatively Carve Wayang ini dirancang sebagai jembatan antara teori akademik dan pelestarian budaya. Program ini merupakan implementasi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan mata pelajaran Bahasa Jawa serta Seni Budaya.

Koordinator Tim Kelas III, Yuli Ekowati, menjelaskan bahwa pengalaman empiris sangat penting agar siswa tidak hanya menjadi penonton budaya. "Kami ingin murid memahami proses di balik layar. Ini memberikan wawasan seni sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap perajin," ungkapnya.

Belajar Langsung dari Maestro Dunia

Para siswa dipandu langsung oleh Suprih, perajin wayang yang karyanya telah merambah pasar internasional hingga ke Jerman dan Amerika Serikat. Suprih menunjukkan tiga tahapan utama pembuatan wayang kulit yang autentik:
1. Pengolahan Bahan: Perendaman dan pengeringan kulit kerbau berkualitas.
2. Pembersihan: Pengerokan lemak dan rambut pada kulit.
3. Tatah dan Sungging: Proses pemahatan karakter serta pewarnaan yang menuntut ketelitian tinggi.

Suprih berpesan agar generasi muda tetap bangga pada kekayaan budaya Indonesia di tengah arus digitalisasi. Menurutnya, seni ini efektif mengasah sensitivitas estetika dan motorik halus anak.

Menanamkan Karakter dan Kesabaran

Salah satu siswa, Gibran Alfan Mahardika, mengaku terkesan dengan kerumitan proses yang ada. "Satu wayang bisa memakan waktu dua bulan. Ini mengajarkan kami soal manajemen waktu dan kesabaran," ujarnya.

Melalui field trip ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat menyerap nilai-nilai ketekunan serta memperkuat rasa cinta tanah air melalui pengenalan warisan leluhur secara langsung.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS