Segarkan Ideologi, PDM Solo Gelar Pengajian Iman Yang Membumi

Kusumawati - Sabtu, 14 Maret 2026 11:50 WIB
Prof Muhammadi Da'i dalam pengajian refresing PDM Muhammadiyah Solo (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar kegiatan Tarawih Bersama dan Pengajian Refreshing di Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta, Keprabon, Jumat (13/3/2026) malam. Kegiatan ini bertujuan memperkuat akar ideologi dan semangat pengabdian para kader di tengah momentum bulan suci Ramadan.

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. H. Apt. Muhammad Da’i, M.Si., Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dalam tausiyah bertema “Iman yang Membumi: Menjadikan Tauhid sebagai Energi Utama dalam Bermuhammadiyah dan Melayani Umat”, ia menekankan pentingnya iman yang kokoh sebagai fondasi gerakan.

Pohon Dakwah yang Berakar Kuat

Merujuk pada Surah Ibrahim ayat 24–26, Prof. Da’i mengibaratkan Muhammadiyah seperti pohon yang baik dengan akar yang terpancang kuat ke bumi.

“Kalau Muhammadiyah dirawat dengan baik dan akarnya kuat, maka cabangnya akan menjulang dan menghasilkan amalan luar biasa. Pengajian di tingkat cabang dan ranting akan hidup, serta melahirkan kader-kader muda yang potensial sebagai buah dari dakwah tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis 153 masjid Muhammadiyah di Kota Surakarta. Menurutnya, masjid harus dimakmurkan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi bagi persoalan umat dan penggerak amal saleh yang nyata.

Rehat dan Atur Stamina Dakwah

Mewakili Ketua PDM Kota Surakarta, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan sarana bagi pimpinan untuk melakukan refleksi.

“Kita berhenti sejenak untuk mengatur stamina dan menyegarkan kembali ideologi. Ini adalah upaya merefresh semangat dalam berkhidmat di Muhammadiyah agar tetap bergembira dan berjalan sesuai visi-misi persyarikatan,” ungkap Suyanto.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PDM Surakarta, Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom (Ortom), hingga pimpinan amal usaha, cabang, dan ranting Muhammadiyah serta Aisyiyah se-Kota Solo. Melalui penguatan tauhid ini, para pimpinan diharapkan kembali terjun ke masyarakat dengan energi baru dalam melayani umat.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS