SD Muh 1 Solo Luncurkan Visi Baru Berbasis AI

Kusumawati - Rabu, 01 Juli 2026 12:08 WIB
SD Muh 1 Solo Luncurkan Visi Baru Berbasis AI (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Langkah progresif diambil oleh SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Sekolah dasar ini resmi meluncurkan visi dan misi baru sebagai sekolah model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM & KKA).

Momentum bersejarah tersebut dirumuskan dalam rangkaian acara penyusunan kurikulum yang berlangsung di Red Chilies Hotel, Solo, sejak Senin hingga Rabu (29 Juni–1 Juli 2026).

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian kalimat, melainkan sebuah pergeseran paradigma besar. Jika sebelumnya orientasi sekolah lebih berpusat pada program dan lembaga, kini fokus sepenuhnya dialihkan kepada murid dan profil lulusan.

“Visi, misi, dan tujuan yang baru telah mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), pembelajaran mendalam, literasi, numerasi, teknologi digital, kecerdasan artifisial, kepedulian lingkungan, serta wawasan global. Semua ini sejalan dengan Profil Pelajar Berkemajuan dan Profil Lulusan Nasional,” ujar Sri Sayekti saat ditemui di lokasi acara, Rabu (1/7/2026).

Melalui rumusan teranyar ini, SD Muhammadiyah 1 Solo menetapkan visi untuk mewujudkan peserta didik berkemajuan yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, bernalar kritis, kreatif, menguasai IPTEK, berwawasan global, serta peduli lingkungan.

Untuk mencapainya, sekolah telah menyusun misi strategis, di antaranya menyelenggarakan pembelajaran mendalam (*deep learning*) yang berpusat pada murid. Kurikulum ini nantinya mengawinkan pendidikan karakter, kebudayaan lokal, dan kemampuan multibahasa dengan penguasaan koding serta kecerdasan artifisial.

“Kami juga berkomitmen memfasilitasi peserta didik agar belajar aktif melalui proyek, riset sederhana, dan pemecahan masalah. Ini penting untuk mengasah kreativitas, kolaborasi, dan jiwa kepemimpinan mereka sejak dini,” imbuh Sayekti.

Lebih lanjut, sasaran akhir dari kurikulum baru ini adalah mencetak lulusan yang tidak hanya cakap berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga memiliki motivasi belajar sepanjang hayat. Siswa diarahkan untuk mampu memanfaatkan teknologi digital, koding, dan AI secara bijak guna menopang kehidupan masa depan mereka.

Program kerja ini dirancang sebagai bentuk perencanaan strategis yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan demi mengatrol mutu pendidikan sekaligus memenuhi Standar Nasional Pendidikan.

“Dengan adanya program kerja baru ini, kami berharap proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan jauh lebih efektif, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan masa depan peserta didik,” pungkas Sayekti optimis.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS