Revitalisasi Keraton Kulon Disiapkan Untuk Tempat Tinggal PB XIV

Kusumawati - Selasa, 06 Oktober 2026 06:56 WIB
Putri Bos Wong Solo Ikuti Jejak Sang Ayah, Buka Sedjati-ne Coffee and Pastry Karya Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo Tampil di Pameran Internasional Irak (Soloaja)

SOLO (Soloaja.co) - Sri Susuhunan Pakubuwono XIV mulai menyiapkan tempat tinggal di Keraton Kulon, area Keputren Karaton Surakarta Hadiningrat. Penataan kawasan tersebut kini dipercepat melalui proses revitalisasi bertahap yang melibatkan pemerintah dan pihak Karaton Surakarta.

Kawasan ini tidak hanya diproyeksikan sebagai hunian PB XIV, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari wisata budaya sekaligus ruang edukasi sejarah.

Informasi tersebut disampaikan Eddy, anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, di Bangsal Smorokoto, Karaton Surakarta, Senin (5/10/2026).

“PB XIV telah mempertimbangkan pilihan lokasi tersebut secara mendalam. Rencananya akan tinggal. Di Keraton Kulon, area Keputren Karaton Surakarta, ” Ungkap Kanjeng Eddy.

Pekerjaan awal revitalisasi segera dimulai dengan agenda pembersihan kawasan, pembongkaran beberapa bangunan, dan pemindahan koleksi museum demi keamanan selama proses pembenahan.

Kondisi kawasan ini sebelumnya sempat mendapat perhatian langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat peninjauan.

Eddy menjelaskan bahwa konsep kawasan akan mengombinasikan area privat untuk aktivitas PB XIV dan area terikat yang dapat diakses publik melalui sistem wisata minat khusus. Pengunjung nantinya diwajibkan mengenakan pakaian sesuai tata krama keraton dan didampingi pemandu.

Perhatian pemerintah dalam proyek ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pelestarian warisan budaya bangsa, yang juga akan didukung oleh langkah digitalisasi peninggalan sejarah.

Rencana revitalisasi ini bergulir sehari setelah Karaton Surakarta menggelar Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII di Siti Hinggil Karaton Surakarta, Minggu (4/10/2026), yang dipimpin langsung oleh PB XIV.

Penataan Keraton Kulon diharapkan tidak hanya merawat bangunan fisik, tetapi juga menjaga keberlanjutan warisan leluhur bagi generasi mendatang.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌