Reuni SPPG Wong Solo Group Puspo Wardoyo Perkuat Sinergi MBG
BOYOLALI (Soloaja.co) – Semangat kolaborasi untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercermin dalam acara Reuni SPPG Wong Solo Group yang digelar di Kalipepe Land, Boyolali, Jumat (16/1).
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) Dadang Hendrayuda, serta tokoh kuliner nasional, Puspo Wardoyo.
Puspo Wardoyo: Profesionalisme untuk Kemanusiaan
Pemilik Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, yang kini mengelola 8 dapur Satuan Pelayanan Pemakan Bergizi (SPPG) dengan 24 ribu penerima manfaat, menekankan pentingnya profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Ini momen untuk kita membuktikan bahwa profesi kuliner bisa memberi dampak besar. Saya berharap kita kompak, terus berkomunikasi baik dengan pemerintah, dan memberikan yang terbaik bagi penerima manfaat. Jangan sampai kita terpecah belah atau mengecewakan masyarakat," ujar Puspo.
Puspo juga menyatakan keterbukaan bagi para pengusaha maupun investor yang ingin belajar mengenai operasional, tata kelola, hingga pendanaan dapur SPPG demi mendukung kesuksesan program nasional ini.
Target BGN: Kualitas dan Dampak Ekonomi
Mayjen (Purn) Dadang Hendrayuda memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Puspo Wardoyo. Ia memaparkan bahwa saat ini terdapat 20.490 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani lebih dari 50 juta penerima manfaat, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, termasuk ibu hamil dan menyusui.
"Kami terus melakukan evaluasi agar di tahun 2026 program ini semakin berkualitas. Selain kecukupan gizi anak-anak menuju Indonesia Emas 2045, program ini juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat," jelas Dadang.
Di wilayah Solo Raya, total terdapat 568 SPPG yang tersebar di berbagai daerah, di antaranya Klaten (105), Boyolali (93), Sragen (85), Sukoharjo (77), Karanganyar (77), Wonogiri (72), dan Solo (59). Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih perlu ditambah untuk mencakup seluruh penerima manfaat.
Boyolali Jadi Percontohan
Bupati Boyolali menyatakan rasa bangganya atas keberadaan dapur SPPG di wilayahnya, khususnya di Kecamatan Ngemplak yang diinisiasi oleh Puspo Wardoyo. Ia berharap keberhasilan dapur ini bisa menjadi pusat pembelajaran bagi kecamatan lain.
Pemerintah Kabupaten Boyolali juga berpesan agar seluruh pengelola SPPG tetap patuh pada petunjuk teknis dan aturan yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan menu yang disajikan selalu berkualitas dan menghindari adanya kejadian negatif di lapangan.
