Raih Gelar S1 Manajemen UNIBA, Ketua DPRD Klaten Sebut Ilmu Untuk Pengabdian
SOLO (Soloaja.co) — Ketua DPRD Kabupaten Klaten, Edy Sasongko, S.M., resmi menuntaskan pendidikan Sarjana (S1) Manajemen di Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta. Di usianya yang menginjak 56 tahun, Edy membuktikan bahwa semangat belajar tidak terbatas oleh umur demi meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Ditunjuk menyampaikan sambutan wakil wisudawan, politisi dardari PDI-P ini mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada segenap civitas akademika UNIBA Surakarta yang telah membimbingnya selama menempuh studi.
Disiplin ilmu manajemen yang didapat sangat relevan dengan rekam jejak kepemimpinannya, mulai dari kepala desa hingga empat periode menjabat sebagai anggota DPRD.
- UNIBA Surakarta Wisuda 204 Mahasiswa 144 Meraih Cumlaude
- Susur Desa Sambi, Alumni SMANSA Wonogiri Angkatan 1990 Temu Kangen di Kaliurang
Pengalaman panjangnya sebagai Kepala Desa hingga terpilih empat periode di lembaga legislatif tidak lantas membuatnya merasa cukup ilmu. Ia secara terbuka mengidentifikasi isu burnout (kelelahan kerja) serta hambatan iklim kerja yang dialami oleh staf dan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Klaten.
“Dalam riset, kami meneliti secara mendalam bagaimana pengaruh burnout, lingkungan kerja, budaya organisasi, serta work-life balance terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) para pegawai,” ungkap Edy menjelaskan usai wisuda.
Berdasarkan hasil analisis data dan konsultasi akademis dengan para dosen pembimbing, Edy merumuskan solusi konkret untuk instansinya.
Ia merekomendasikan penerapan prinsip meritokrasi yang presisi, yakni penataan tugas dan beban kerja pegawai berdasarkan kompetensi nyata. Langkah ini dinilai efektif menekan angka stres kerja sekaligus mendorong pegawai untuk berkontribusi lebih dari sekadar tuntutan tugas formalnya.
- PT KAI Daop 6 Salurkan Bantuan Sosial Untuk Panti Jompo dan Panti Rehab di Solo
- Jangan Asal Scan! Ini 5 Cara Menghindari QRIS Palsu
Ia menjelaskan bahwa ilmu manajemen yang dipelajari akan diimplementasikan secara nyata dalam mendukung tata kelola pemerintahan di Kabupaten Klaten.
“Keilmuan ini penting untuk membantu penataan sumber daya manusia dan tata kelola kepegawaian, serta memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mewujudkan daerah yang sejahtera dan berkelanjutan.” Ungkap Edy.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan dan dinamika ekonomi saat ini, Edy menegaskan pentingnya penyesuaian kapasitas SDM agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Oleh karena itu, ia berpesan serta mengajak seluruh jajaran anggota dewan dan generasi muda di Klaten untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu sebagai bekal menjalankan amanah dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
